Panas! Ramon Forcada Sebut Ducati Kacau Kelola Tim Satelit, Aprilia Lebih Unggul
Ramon Forcada, saat masih memimpin garasi Yamaha Petronas SRT era 2000'an, Ia juga mantan kepala kru dari Jorge Lorenzo--Twitter Gabriel Canelo @Gabriel_CaneloM
HARIAN DISWAY- Komentar tajam Ramon Forcada kembali menggemparkan paddock MotoGP. Di tengah dominasi yang mulai goyah, Ducati justru dinilai terjebak dalam kompleksitasnya sendiri, sementara Aprilia melaju dengan pendekatan yang lebih sederhana namun efektif.
Ramon Forcada, tidak ada satu pun orang di paddock MotoGP yang tidak langsung mengenali nama dan perannya bersama tim-tim papan atas. Sebagai kepala kru, ia telah memenangkan hampir semua yang bisa diraih, dan sosoknya selalu diakui memiliki otoritas besar, melampaui warna tim yang ia bela.
Pria asal Catalan berusia 69 tahun itu dikenal berkepribadian keras kepala, namun juga memiliki kebijaksanaan khas seorang sosok yang berpengalaman.
Itulah sebabnya, setiap kali Ramon Forcada berbicara atau melontarkan analisis, bukan hanya penggemar MotoGP yang menyimak, tetapi juga para pelaku di dalamnya yang turut memberikan perhatian penuh.
Seiring waktu, Forcada kerap terbukti mampu melihat jauh ke depan. Namun, ia tetap menjadi manusia yang tak luput dari kesalahan.
“Dura La Vida” yang dalam bahasa Spanyol berarti “Hidup itu Keras”, sesepuh paddock MotoGP itu melontarkan komentar yang memicu terjadinya perdebatan.
“Di Aprilia, mereka belajar mengelola tim satelit, sementara di Ducati tidak,” ujar Ramon Forcada, dikutip dari MOWmag.
Pernyataan bahwa Aprilia mampu mempelajari pengelolaan tim satelit hanya dalam kurun dua tahun memang sulit dibantah. Bahkan sejauh ini tidak ada bagian dari pernyataan tersebut yang benar-benar bisa dibantah.
BACA JUGA:Mengenal Teknologi Alur Mikro Ban Michelin untuk MotoGP 2026
BACA JUGA:Strategi Baru Ducati Picu Ketegangan, Gresini Jadi Korban?
Singkatnya, Aprilia dinilai berhasil mengelola tim satelit dengan sangat baik hingga mampu menempatkannya pada posisi kompetitif musim ini.
"Ducati memiliki motor yang mendominasi hingga tahun lalu. Namun tahun ini, ketika Ducati memproduksi motor pabrikan untuk beberapa pembalap, muncul sedikit kesulitan. Hanya ada dua motor yang benar-benar identik, yaitu milik Aldeguer dan Morbidelli. Pecco, misalnya, masih mengalami masalah dengan garpu depan, sementara tidak ada pembalap lain yang menggunakan komponen yang sama," Ujar Forcada.
Menurutnya, masalah utama terletak pada tingkat kustomisasi yang terlalu tinggi di Ducati. Hal ini membuat terlalu banyak variasi motor di lintasan, sehingga membingungkan para teknisi dari pabrikan Borgo Panigale.
"Saya tahu betul bagaimana tim satelit Aprilia Trackhouse bekerja. Mereka memiliki basis yang jelas dan bekerja dari sana. Mereka tidak melakukan perubahan besar, sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah. Apalagi saat ini waktu sangat terbatas karena fokus sudah memenuhi kualifikasi dengan sesi kualifikasi," Ujar Ramon Forcada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: