Prediksi Timnas vs Bulgaria di Final FIFA Series, John Herdman Optimis Menang
Lokasi nobar Timnas Indonesia vs Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di Jakarta hari ini.-Tangkapan Layar [email protected]
HARIAN DISWAY - Timnas Indonesia bersiap menghadapi laga paling menentukan di FIFA Series 2026. Malam ini, Garuda akan menantang Bulgaria di partai final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 30 Maret 2026 dengan kick-off pukul 20.00 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi tolok ukur sejauh mana perkembangan tim di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.
Namun, jelang duel krusial tersebut, Timnas Indonesia harus menerima kabar kurang ideal. Herdman melakukan perubahan mendadak dalam komposisi tim.
Mauro Zijlstra dipastikan tidak masuk dalam daftar pemain karena mengalami cedera. Sebagai gantinya, Jens Raven dipanggil untuk mengisi kekosongan di lini depan.
Absennya Zijlstra tentu menjadi kerugian tersendiri. Apalagi, penyerang berusia 24 tahun itu baru saja mencuri perhatian lewat gol debutnya bersama Timnas senior saat Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis, Jumat, 30 Maret 2026.
Performa tersebut sempat memberi harapan besar bagi lini serang Garuda, sebelum akhirnya cedera otot paha memaksanya menepi.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Siap Hadapi Bulgaria, Jay Idzes Waspadai Kualitas Lavovete
BACA JUGA:Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria, Mauro Zijlstra Digantikan Jens Raven Karena Cedera
John Herdman Waspada Kekuatan Bulgaria

Eliano Reijnders ketika berlatih bersama Timnas Indonesia jelang laga kontra Bulgaria, Minggu, 29 Maret 2026.- HARITSAH ALMUDATSIR-Harian Disway
Di sisi lain, lawan yang akan dihadapi bukanlah tim sembarangan. Bulgaria datang dengan status sebagai tim peringkat 87 dunia, terpaut cukup jauh dari Indonesia.
Selain itu, pengalaman mereka di level internasional juga tak bisa diremehkan, termasuk catatan tampil di tujuh edisi Piala Dunia.
Performa Bulgaria di turnamen itu cukup mengesankan. Pada laga sebelumnya di Jakarta, mereka menunjukkan ketajaman luar biasa dengan membantai Kepulauan Solomon 10-2.
Herdman pun menyadari betul besarnya tantangan yang akan dihadapi anak asuhnya. Apalagi, waktu persiapan yang dimiliki terbilang sangat terbatas. Faktor kelelahan dan adaptasi pemain juga menjadi perhatian.
"Suporter juga harus memahami bahwa kami hanya punya waktu dua hari. Para pemain datang terlambat, berada di siklus tidur yang berbeda (jet lag), dan kami hanya menjalani dua sesi latihan bersama," ungkap Herdman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: