BBM Bisa Dihemat tanpa Bikin Rakyat Tertekan, Ekonom: Lebih Efektif lewat WFH hingga LNG
Strategi hadapi krisis energi global tanpa menaikkan BBM, ekonom dorong efisiensi fiskal, pemanfaatan LNG, dan percepatan kendaraan listrik.-Dok. Pertamina-
"Work from anywhere oleh ASN itu bisa mengurangi biaya listrik, bisa biaya transport," jelasnya.
Selain efisiensi di sektor publik, Firman menekankan perlunya percepatan pemanfaatan gas alam cair (LNG) sebagai pengganti energi berbasis impor, khususnya LPG dan minyak bumi.
BACA JUGA:Hoaks Video Purbaya Sebut BBM Rp16 Ribu Viral, Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan
BACA JUGA:Isu BBM Naik 1 April 2026 Viral, Pertamina Tegas: Hoaks!
"Kita punya cadangan domestik yang besar. Itu bisa segera digunakan untuk menggantikan LPG," katanya.
Ia menilai pengembangan infrastruktur gas perkotaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
"Langkah ketahanan energi yang paling realistis adalah percepatan penggunaan gas LNG," tegasnya.
Di sektor industri, Firman mengingatkan agar efisiensi energi tidak mengganggu proses produksi utama.
Menurutnya, penghematan sebaiknya difokuskan pada fasilitas pendukung, bukan pada mesin produksi.
BACA JUGA:Wali Kota dan Bupati Pasuruan Kompak Pilih Tidak Latah Wajibkan ASN Bersepeda untuk Hemat BBM
BACA JUGA:Cara Membersihkan Filter Motor Sendiri di Rumah: Bikin Tarikan Enteng dan Irit BBM 2026
"Industri penghematannya bukan di energi tapi di hal lain. Jika industri sampai menghemat energi, produksinya akan terkendala," ungkapnya.
Ia menambahkan, pengaturan konsumsi listrik di area non-produksi seperti perkantoran pabrik masih menjadi opsi yang realistis.
Sebagai langkah jangka panjang, Firman juga mendorong pemerintah memberikan insentif besar untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat.
"Skema insentif beralih ke kendaraan listrik itu yang pemerintah harus berani dan dipermudah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: