Efek Domino Kegagalan Italia: Buffon dan Gravina Kompak Mundur
Buffon dan Gravina resmi mundur dari FIGC sebagai bentuk tanggung jawab usai Italia gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali beruntun setelah kalah dari Bosnia.--Getty Images
Buffon menegaskan bahwa selama menjabat, ia telah berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk kemajuan sepak bola Italia. Perannya tidak hanya terbatas pada tim utama, tetapi juga mencakup pengembangan sistem dari level usia muda hingga tim U-21.
Ia berupaya membangun fondasi yang kuat agar regenerasi pemain bisa berjalan lebih efektif di masa depan. Menurutnya, proyek yang dijalankan bertujuan untuk memperbaiki cara Italia membina talenta muda agar mampu bersaing di level tertinggi.
Ia bekerja sama dengan berbagai pelatih untuk menyusun struktur yang lebih terintegrasi. Meski hasil akhirnya belum sesuai harapan, Buffon menyerahkan penilaian atas usahanya kepada pihak yang berwenang.

Italia vs Bosnia 1-1 (pen 1-4), Azzurri gagal ke Piala Dunia tiga kali beruntun. Foto: ekspresi para pemain Italia ketika eksekutor keempat Bosnia berhasil menyarangkan bola di Bilino Polje, 1 April 2026.-Getty Images via AFP-
Lebih dari itu, Buffon menekankan bahwa membela tim nasional selalu menjadi kehormatan terbesar dalam hidupnya.
Dedikasinya terhadap Azzurri sudah dimulai sejak usia muda, dan perannya di luar lapangan merupakan bentuk kelanjutan dari kecintaan tersebut. “Mewakili Italia adalah kebanggaan yang selalu saya pegang,” ungkapnya.
Keputusan mundur ini juga mencerminkan rasa solidaritas terhadap perubahan yang sedang terjadi di tubuh federasi. Setelah Gravina mundur, Buffon merasa sudah saatnya ia juga mengambil langkah serupa sebagai bentuk tanggung jawab moral.
BACA JUGA:Italia Kalahkan Irlandia Utara 2-0, Gennaro Gattuso Akui Laga Tak Mudah
BACA JUGA:Rating Pemain Italia yang Kalahkan Irlandia Utara 2-0, Sandro Tonali Terbaik!
Sementara itu, Italia harus kembali menelan kenyataan pahit dengan absen dari Piala Dunia.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina justru melangkah ke turnamen dan bahkan dijadwalkan menghadapi tuan rumah Kanada pada laga pembuka. Perbedaan nasib ini semakin menegaskan betapa besar tantangan yang harus dihadapi Italia untuk bangkit.
Kini, dengan mundurnya dua figur penting, Italia memasuki fase baru yang penuh evaluasi.
Perubahan besar kemungkinan akan terjadi, dengan harapan Azzurri bisa kembali menemukan jati dirinya dan mengakhiri periode sulit yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fotmob