Perbandingan BBM Shell vs BP vs Vivo untuk Ruang Bakar Mesin
Perbedaan jenis BBM bisa berdampak pada performa mesin, terutama jika sering dicampur tanpa aturan.--Pinterest
HARIAN DISWAY - Persaingan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia semakin ketat. Apalagi dengan hadirnya berbagai merek swasta.
Seperti Shell, BP, dan Vivo. Selain faktor harga, kualitas BBM kini menjadi perhatian utama. Khususnya terkait dampak terhadap kebersihan ruang bakar mesin.
Kondisi ruang bakar yang bersih sangat berpengaruh terhadap performa kendaraan, efisiensi bahan bakar, serta umur komponen mesin.
Penumpukan karbon akibat pembakaran yang tidak sempurna dapat menyebabkan mesin menjadi kasar, boros, bahkan menurunkan tenaga.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tidak Naik, Stok Dijamin Aman!
BACA JUGA:Negosiasi Shell–Pertamina Memasuki Fase Akhir, Begini Nasib Stok BBM Shell
Perbedaan formulasi dan teknologi pada masing-masing BBM membuat dampaknya terhadap kebersihan mesin juga berbeda. Jadi, penting bagi pengguna kendaraan untuk memahami karakteristik dari tiap jenis bahan bakar.
Teknologi Aditif dan Pengaruhnya pada Kebersihan Mesin

Mana yang lebih bersih untuk mesin antara BBM Shell, BP, dan Vivo.---dok. BP
BBM dari Shell dikenal menggunakan teknologi aditif seperti Dynaflex. Dirancang untuk membantu membersihkan sisa pembakaran di ruang bakar.
Aditif tersebut bekerja dengan mengurangi deposit karbon yang menempel pada katup dan piston.Dengan pembakaran yang lebih bersih, mesin cenderung bekerja lebih halus dan efisien.
Penggunaan BBM dengan aditif pembersih juga dapat membantu menjaga performa mesin dalam jangka panjang. Terutama pada kendaraan modern.
BACA JUGA:Stok BBM BP, Vivo, dan Shell Pulih setelah Beli dari Pertamina, Harganya Segini!
BACA JUGA:BBM Bisa Dihemat tanpa Bikin Rakyat Tertekan, Ekonom: Lebih Efektif lewat WFH hingga LNG
BP mengandalkan teknologi Active Technology. Diklaim mampu melindungi mesin dari kotoran. Sekaligus mengurangi gesekan antar komponen. Hal itu berdampak pada proses pembakaran yang lebih optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: