Pasmar 2 Dalami Asal Peluru Nyasar di Gresik, Gandeng Pindad dan Ahli
Oni Junianto, Komandan Pasmar 2, mengatakan akan menggandeng ahli untuk menyelidiki rekoset peluru saat latihan tembak, Minggu, 12 April 2026.-Agustinus Fransisco-Harian Disway
BACA JUGA:Jaga Sungai, Jaga Kehidupan, Gubernur Khofifah dan Marinir Ajak Warga Bersihkan Kali Surabaya
BACA JUGA:Eks Marinir Satria Arta Gabung Tentara Bayaran Rusia Ingin Pulang, TNI AL Bilang Begini
Salah satu keluarga korban disebut sudah menerima seluruh bentuk bantuan tersebut. "Ya bahwa perkembangan tentang peluru nyasar ini ya, kami sudah melakukan mulai dari awal pengobatan dan perawatan. Kemudian ada dua korban itu yang satu dari Okto ini ibunya sudah menerima semua perawatan, kontrol dan santunan," jelasnya.
Namun, komunikasi dengan keluarga korban lainnya masih terus diupayakan agar proses penyelesaian bisa berjalan dengan baik. Pasmar 2 menegaskan tetap membuka ruang dialog demi mencapai keadilan bagi semua pihak.

Kuasa Hukum Danmenbanpur 2 Kolonel Marinir Rizal, Nina Yanti, saat menerangkan hukum di Meeting Marinir, Minggu, 12 April 2026.-Agustinus Fransisco-Harian Disway
Sementara itu, proses hukum juga tetap berjalan melalui Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodaeral)
Bersamaan dengan itu, evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan di lapangan tembak TNI AL juga dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
BACA JUGA:600 Marinir dan Para Nelayan Bahu-Membahu Cabut 2 KM Pagar Laut di Pantai Tangerang
BACA JUGA:Hari Korps Marinir 15 November: Sejarah dan Tema Peringatan HUT Korps Marinir ke-79
Diketahui, insiden ini terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, saat para siswa mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolah. Dua siswa berinisial DF (14) dan RO (15) menjadi korban.
Lokasi sekolah berada sekitar 2,3 kilometer dari lapangan tembak TNI AL yang saat itu digunakan untuk latihan rutin.
Selepas kejadian pun kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga kini, proses investigasi masih terus berjalan dengan harapan dapat mengungkap fakta secara jelas dan adil. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: