Atletico Madrid vs Barcelona 1-2, Hansi Flick Nerimo, Raphinha Protes Keras

Atletico Madrid vs Barcelona 1-2, Hansi Flick Nerimo, Raphinha Protes Keras

Meski bangga dengan performa tim mudanya, Hansi Flick alihkan fokus penuh untuk segelkan gelar La Liga usai Barcelona didepak Atletico Madrid di Liga Champions.--Getty Images

"Kami dirampok," ucapnya sinis, ketika diwawancarai TNT Sports Brasil.


Momen pelanggaran Eric Garcia (kiri) kepada Alexander Sorloth (kanan) yang berujung kepada kartu merah dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona, leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026, Rabu 15 April 2026-Javier Soriano-Getty Images

Dalam pertandingan itu, Barca memang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-79 karena Eric Garcia diusir wasit. Ia kedapatan melanggar Alexander Sorloth, dianggap menghalangi peluang clear mencetak gol.

Padahal, seminggu sebelumnya, di leg pertama, Barcelona juga telah kehilangan satu pemain. Di Camp Nou, Pau Cubarsi yang kena kartu merah. Bagi Raphinha, dua kartu merah itu bukan kebetulan.

"Aku tidak ingin berbicara tentang wasit," kata Raphinha. "Tapi kami bermain sangat baik, mereka melakukan entah berapa banyak pelanggaran, dan wasit bahkan tidak mengeluarkan satu pun kartu kuning terhadap mereka," cibirnya.

BACA JUGA:Barcelona Resmi Gugat UEFA! Tak Terima Dirampok Wasit saat Lawan Atletico Madrid

BACA JUGA:Barcelona vs Atletico: Flick Pertanyakan VAR Usai Kekalahan 0-2 di UCL

"Wasit sangat buruk dalam semua keputusan yang dibuatnya. Yang benar-benar ingin kupahami adalah, berdasarkan kriteria apa Barca diwasiti?," lanjutnya tanpa bisa menahan marah.

"Aku benar-benar ingin memahami rahasia di balik ketakutan yang menghantui orang-orang ini saat memikirkan kemenangan Barca," Raphinha melanjutkan.

Raphinha tidak bermain dalam laga melawan Atletico Madrid karena sedang cedera hamstring. Namun, ia ikut terbang ke Madrid dan kedapatan mengejek pendukung Atletico sebelum laga. Ia memberi isyarat bahwa Atleti akan tersingkir di semifinal.

"Ya, kita semua manusia dan kita bisa membuat kesalahan dalam pertandingan, itu sesuatu yang bisa saya pahami, tetapi jika itu terjadi dalam dua pertandingan berturut-turut? Itu tidak normal. Saya pikir hasil dari konfrontasi ganda ini tidak adil," tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber