Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Trump Merasa Diperas
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mencoba memeras negaranya, setelah Selat Hormuz dibuka dan ditutup lagi -Tasos Katopodis/Getty Images via AFP -
HARIAN DISWAY - Komando militer pusat Iran pada hari Sabtu mengumumkan keputusan untuk melanjutkan "pengelolaan ketat" di Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah setuju untuk membukanya.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan melalui televisi pemerintah, markas besar militer Iran menegaskan bahwa keputusan ini diambil karena Amerika Serikat dianggap telah melanggar janji.
Washington disebut terus melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebelumnya, Presiden Donald Trump memang mengatakan bahwa blokade akan tetap berjalan sampai “transaksi diplomatik” dengan Iran rampung 100 persen.
Hal ini memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dia memperingatkan Teheran agar tidak mencoba "memeras" negaranya.
BACA JUGA:Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Sempat Dibuka Beberapa Jam
BACA JUGA:Harga Minyak RI Melesat Tembus USD102 per Barel Imbas Selat Hormuz Terganggu
Penutupan ini merupakan pembalikan drastis setelah Teheran sebelumnya sempat menyatakan selat tersebut—jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia—terbuka pada hari Jumat.
Langkah pembukaan awal tersebut menyusul adanya kesepakatan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan sekutu Iran, Hizbullah, di Lebanon. Keputusan tersebut sempat disambut antusias oleh pasar global dan membuat harga minyak anjlok seketika.

Kapal patroli militer Iran beroperasi di perairan Selat Hormuz di tengah keputusan Teheran yang kembali menutup jalur vital tersebut setelah sempat dibuka, memicu ketegangan baru di kawasan.-Press TV-Telegram
Namun, optimisme tersebut sirna setelah Presiden Trump bersikeras bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlanjut hingga kesepakatan penuh untuk mengakhiri perang yang lebih luas tercapai.
Menanggapi sikap Washington, komando militer pusat Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz kini kembali berada di bawah "manajemen dan kendali ketat angkatan bersenjata".
BACA JUGA:Teheran Ancam Tutup Kembali Selat Hormuz Jika Blokade AS Tak Dihentikan
BACA JUGA:Teheran Nyatakan Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Komersial, Larangan Kapal Militer Tetap Berlaku
Garda Revolusi Iran bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap upaya untuk menyeberang "akan dianggap sebagai bentuk kerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target serangan".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: