Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (2): GAC Mulai Kembangkan Mobil Hidrogen

Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (2): GAC Mulai Kembangkan Mobil Hidrogen

Dahlan Iskan dan Novi Basuki memimpin rombongan Disway Business Adventures Vol. 4 saat mengunjungi pabrikmobil GAC AION. -Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

GUANGZHOU, HARIAN DISWAY – Kita semua tahu tentang mobil GAC AION. Di jalanan Indonesia, mobil listriknya sudah banyak berseliweran di jalan raya. Rombongan Disway Business Adventures Vol.4 mengunjungi pabrik mobil milik BUMN di Tiongkok ini.

Guangzhou Automobile Group Co., Ltd (GAC) menjadi pabrik pertama yang dikunjungi  peserta Disway Business Adventures Vol. 4. Dipimpin Dahlan Iskan dan Novi Basuki, rombongan diajak melihat dari dekat proses produksi mobil yang 90 persen menggunakan robot. Mulai dari pembuatan bodi mobil, pengelasan, pengecatan, hingga perakitan dilakukan oleh robot. 


Novi Basuki menerjemahkan penjelasan Luo Yanna selama tur di pabrik GAC.-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

Luo Yanna, pemandu dari GAC, menjelaskan secara detail proses produksi di pabrik seluas 500.000 meter persegi itu. Dia mengajak rombongan mengunjungi 3 gedung produksi mobil. "Sehari pabrik ini beroperasi 12 jam dan memproduksi 700 unit mobil.," kata Yanna.

BACA JUGA:Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (1): Merasakan Denyut Malam di Pabrik Dunia

BACA JUGA:Hasil Malut United vs Persebaya 0-2, Bajol Ijo Kembali ke Jalur Kemenangan

Otomatisasi di pabrik ini sudah dilakukan hampir sepuluh tahun. Tentu secara bertahap. Kini hampir semua proses produksi menggunakan robot. Ini tidak istimewa di Tiongkok karena hampir semua pabrik mobil di Tiongkok melakukan hal yang sama.


Diskusi tentang mobil-mobil produk GAC.-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

Menggunakan robot, kata Yanna, membuat pekerjaan lebih presisi dan tepat waktu. Termasuk pengangkutan spare part yang akan dirakit juga menggunakan robot. "Tentu tetap ada bagian-bagian yang masih menggunakan tenaga manusia," ujarnyi.

Ada peserta yang bertanya apakah otomatisasi di pabrik GAC berimbas kepada PHK karyawan? Ternyata tidak. Justru GAC meningkatkan kemampuan para karyawannya menjadi tenaga kerja yang lebih profesional. Mereka dididik menjadi operator dan pengawas proses produksi untuk memastikan semua proses produksi berjalan lancar. 

Karyawan GAC kini mencapai 10 ribu orang. Terus bertambahnya jumlah mobil yang diproduksi membuat GAC tidak harus mengurangi jumlah karyawan. Justru jumlah karyawannya cenderung meningkat.


Dahlan Iskan dan peserta Disway Business Adventures Andreas Pitono mencoba duduk di jok M8 buatan GAC.-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway-

Di Tiongkok GAC AION masuk 10 besar penjualan tertinggi mobil listrik. Mereka memulai riset sejak 2008 dan memiliki 23 ribu paten yang dihasilkan oleh 6 ribu insinyur. Baru pada 2017, GAC memproduksi mobil perdananya. Bisa dilihat bahwa untuk memproduksi sebuah mobil tidak bisa instan. Butuh komitmen pemerintah dan konsistensi regulasi. 

Peserta juga bebas bertanya apa saja. Joko Hariyanto, misalnya, bertanya apakah karyawan di GAC boleh mendirikan serikat pekerja? Konsultan teknik sipil yang tinggal di Delaware, Amerika Serikat, itu juga mengulik tentang kesejahteraan karyawan GAC. Semuanya dijelaskan dengan gamblang oleh pihak GAC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: