Pasca Lebaran, Transaksi Gadai di Bima Melonjak, Emas Jadi Andalan Likuiditas Warga

Pasca Lebaran, Transaksi Gadai di Bima Melonjak, Emas Jadi Andalan Likuiditas Warga

Emas kini menjadi aset likuid yang fleksibel dimanfaatkan saat dibutuhkan-Dokumentasi Pegadaian -

BIMA, HARIAN DISWAY – Tren transaksi gadai di wilayah BIMA, Nusa Tenggara Barat, meningkat signifikan pasca Idul Fitri 1447 H. Kondisi tersebut mencerminkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan. 

Mereka semakin banyak yang memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus kehilangan aset. 

PT Pegadaian Cabang Bima mencatat lonjakan transaksi gadai. Utamanya, di wilayah layanan Pegadaian UPC Ambalawi. 

Peningkatan ini terjadi seiring kebutuhan masyarakat yang cenderung naik setelah Ramadan dan Lebaran. Mulai biaya pendidikan, modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.

Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Sumbawa Mustofa mengungkapkan tren tersebut menunjukkan tingkat literasi keuangan masyarakat yang semakin baik. Menurutnya, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya.

BACA JUGA:Pegadaian Borong Dua Penghargaan WOW Brand 2026, Bukti Transformasi Digital Makin Solid


Masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya-Dokumentasi Pegadaian -

Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas meningkat. Namun yang menarik, masyarakat lebih memilih menggadaikan emas daripada menjualnya, terutama di Pegadaian UPC Ambalawi.

“Ini menunjukkan kesadaran untuk tetap mempertahankan emas sebagai aset jangka panjang,” kata Mustofa.

Data internal hingga akhir April 2026 menunjukkan transaksi gadai didominasi oleh emas perhiasan. Emas kini menjadi aset likuid yang fleksibel dimanfaatkan saat dibutuhkan.

Secara kinerja, Pegadaian UPC Ambalawi mencatat pertumbuhan sebesar 21,65 persen secara year to date. Sementara itu, secara keseluruhan wilayah Bima dan Pulau Sumbawa mengalami pertumbuhan mencapai 23,68 persen.

BACA JUGA:Harga Emas Galeri24 Pegadaian Stabil Hari Ini, 14 April 2026, Cek di Sini!

BACA JUGA:Pegadaian Genap 125 Tahun, Tring! Jadi Andalan Dorong Lompatan Layanan Digital

Mustofa menambahkan, kemudahan proses dan kecepatan pencairan dana menjadi faktor utama masyarakat memilih layanan gadai. Selain itu, program Gadai Bebas Bunga yang diperpanjang hingga akhir April 2026 turut menjadi daya tarik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: