Fakta dan Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Terlibat Kecelakaan Tragis di Bekasi

Fakta dan Sejarah KA Argo Bromo Anggrek yang Terlibat Kecelakaan Tragis di Bekasi

KA Argo Bromo Anggrek kereta tercepet di Indonesia menempuh Jakarta–Surabaya sekitar 720 km dalam 8–9 jam. Insiden Kecelakaan di Bekasi Timur memicu sorotan pada keselamatan kereta jarak jauh.-kai-

Pada 2011, pembaruan dilakukan melalui livery Go Green. Program ini menghadirkan kereta K9 re-engineering dengan desain interior dan eksterior yang lebih modern serta toilet ramah lingkungan. Kemudian pada 2015, tampilan kembali disegarkan lewat konsep livery yang semakin menguatkan citra mewah dan premium.

BACA JUGA:Update Tabrakan Kereta Bekasi Timur: 14 Tewas, 84 Luka, Evakuasi Masih Berlanjut

BACA JUGA:KAI Tutup Sementara Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan Kereta, KRL Hanya Sampai Bekasi

Setahun setelahnya, inovasi berlanjut dengan hadirnya KA Eksekutif New Image 2016. Pembaruan ini mencakup peningkatan fasilitas, seperti penambahan tirai jendela dan pijakan kaki lipat untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Dari aspek teknis, kereta ini menggunakan bogie K9 tipe CL243 bolsterless yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Alstom. Penerapan suspensi udara membuat laju kereta tetap stabil hingga 120 km per jam dengan tingkat getaran yang lebih rendah.

Fakta tentang KA Argo Bromo Anggrek

Pada rute Jakarta–Surabaya, KA Argo Bromo Anggrek dikenal sebagai salah satu kereta dengan kecepatan tinggi. Jarak sekitar 720 hingga 725 kilometer dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam 10 menit sampai 9 jam.

Catatan waktu tersebut membuatnya lebih unggul dibandingkan kereta lain yang melayani jalur serupa.

BACA JUGA:Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Korban Tewas Jadi 7 Orang, Evakuasi Masih Berlangsung

BACA JUGA:Kronologi Kecelakaan KRL dan KA Agro Bromo di Bekasi, Gerbong Wanita Hancur Total

Kereta ini menghadirkan fasilitas premium untuk penumpang. Kursinya dapat diputar dan direbahkan, lengkap dengan sandaran kaki, meja lipat, lampu baca, serta bantal dan selimut.

Tak hanya itu, tersedia juga berbagai fasilitas tambahan. Mulai dari colokan listrik, pendingin udara, TV LCD, toilet di tiap gerbong, minibar, hingga layanan karaoke.

Kelas Eksekutif

Pada kelas ini tersedia 50 kursi dengan konfigurasi 2-2. Setiap tempat duduk dirancang untuk kenyamanan maksimal. Fitur yang disediakan meliputi sandaran yang bisa direbahkan dan diputar, pijakan kaki, stop kontak, audio jack, lampu baca, serta meja lipat. Penumpang juga mendapatkan bantal dan selimut sebagai pelengkap.

BACA JUGA:Penampakan Gerbong Wanita KRL Hancur Ditabrak Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur

BACA JUGA:Green SM Indonesia Buka Suara soal Tabrakan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur

Kelas Luxury

Pada kelas ini tersedia 18 kursi dengan susunan 1-1. Setiap kursi dapat direbahkan hingga 180 derajat. Penumpang bisa berbaring layaknya di tempat tidur. Layanan yang diberikan juga lebih eksklusif untuk menunjang kenyamanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: