PBSI Minta Maaf! Indonesia Gagal Total di Piala Thomas 2026, Target Final Melayang

PBSI Minta Maaf! Indonesia Gagal Total di Piala Thomas 2026, Target Final Melayang

Anthony Sinisuka Ginting melawan Toma Junior Popov di penyisihan grup Piala Thomas 2026-PBSI-

HARIAN DISWAY – Kisah manis di Denmark gagal terulang. Indonesia tersingkir dari persaingan Piala Thomas 2026 karena tidak lolos penyisihan grup. PBSI menyatakan permohonan maaf lantaran tidak mencapai target yang ditetapkan.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil terbaik di Piala Thomas ini. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan Prancis yang memanfaatkan setiap peluang,” kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam keterangan resminya.

PBSI awalnya memasang target mencapai final Piala Thomas 2026. Indonesia memang menjadi finalis kejuaraan beregu tersebut tiga kali beruntun. Tepatnya setelah menjadi juara Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark.

BACA JUGA:Hanya Bawa 5 Pemain, Prancis Singkirkan Indonesia dari Piala Thomas 2026! Kok Bisa?

BACA JUGA:Hasil Piala Thomas 2026: Indonesia Bungkam Thailand 3-2, Ubed Jadi Penentu Kemenangan!

Tapi hasil di Piala Thomas 2026 tidak sesuai harapan. Dalam pertandingan terakhir penyisihan Grup D pada Rabu, 20 April 2026, Indonesia takluk 1-4 dari Prancis di Forum Horsens, Denmark. Hasil ini membuat Indonesia menempati peringkat ketiga dan dinyatakan tidak bisa melaju ke semifinal.

Sebenarnya meski kalah dari Prancis, Indonesia bisa melaju ke semifinal. Asalkan kalah 2-3. Dengan begitu selisih match lebih banyak. Thailand, Prancis, dan Indonesia sama-sama dua kali menang dari tiga pertandingan.

Thailand akhirnya menjadi juara Grup D. Mereka memiliki selisih match lebih banyak +7. Kemudian Prancis menjadi runner up dengan selisih match +5. Indonesia di posisi ketiga dengan selisih match +3.

BACA JUGA:Resmi! PBSI Rilis 20 Pemain Piala Thomas dan Uber 2026

BACA JUGA:Misi Bawa Pulang Piala Thomas 2026: Fajar Alfian Bertekad Ulang Kisah Manis Aarhus di Denmark!

Eng Hian menjelaskan secara strategi dan komposisi pemain, Prancis memiliki keuntungan tersendiri. “Kehadiran Popov bersaudara yang bermain rangkap di tunggal dan ganda memberikan fleksibilitas dalam penyusunan line up,” kata Eng Hian.

Adapun Christian Popov mengalahkan Jonatan Christie 19-21, 14-21 di partai pertama. Kemudian di partai ketiga, Anthony Sinisuka Ginting kandas dari Toma Junior Popov dalam rubber game 22-20, 15-21, 20-22.

Menurut PBSI, Ginting mengalami kendala fisik di penghujung gim ketiga setelah terjatuh dan mengalami kram. Kondisi tersebut berdampak pada pergerakan yang tidak optimal serta menurunnya akurasi pukulan. Peluang mengamankan poin tidak dimaksimalkan.

Christian Popov/Toma Junior Popov tampil lagi di ganda di partai kelima. Mereka kalah dari Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri 21-16, 19-21, 21-11. Sayangnya, itu merupakan satu-satunya kemenangan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: