OnePlus dan Realme Dikabarkan Merger Global, Bagaimana Nasib Pengguna?
Realme dan OnePlus dilaporkan melakukan merger di tengah perlambatan ekspansi.--Instagram
HARIAN DISWAY - OnePlus dan Realme dikabarkan melakukan penggabungan operasional global di tengah perlambatan ekspansi, termasuk di Eropa.
Langkah itu muncul seiring laporan bahwa OnePlus mulai mengurangi aktivitas globalnya. Khususnya di pasar Eropa.
Meski belum ada pengumuman resmi terkait penutupan operasional, kabar merger dengan Realme memunculkan spekulasi tentang arah baru kedua merek tersebut.
Menurut sejumlah sumber industri, kedua brand akan berbagi pusat pengembangan produk. Mencakup perencanaan, pemasaran, hingga layanan pelanggan.

Realme GT6 5G, HP Eks Flagship yang Masih Banyak Diminati---dok. Realme
BACA JUGA:Realme Narzo 100 Lite 5G Meluncur 14 April di India, Usung Baterai 7.000mAh dan Layar 144Hz
BACA JUGA:Review Realme P4 Power 5G, Baterai 10.001 mAh Bikin Lupa Bawa Power Bank
Seluruh operasional itu disebut akan berada di bawah koordinasi Pete Lau, salah seorang pendiri OnePlus yang juga menjabat sebagai eksekutif senior di Oppo.
Selain itu, penggabungan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi.
Kedua perusahaan berada dalam satu payung besar BBK Electronics. Sehingga integrasi riset dan pengembangan dianggap sebagai langkah logis. Apalagi di tengah ketatnya persaingan industri smartphone global.
Sementara itu, analis menilai merger itu dapat berdampak pada desain dan identitas produk. Ke depan, perangkat OnePlus berpotensi memiliki kemiripan lebih besar dengan produk Realme atau Oppo.
BACA JUGA:Realme P4 Lite Bakal Meluncur di India, Baterai 6.300mAh Jadi Andalan
BACA JUGA:Realme 16 Series Siap Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Baik dari sisi tampilan maupun fitur perangkat lunak. Hal itu bisa mempercepat siklus peluncuran produk. Sekaligus menekan harga jual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: