Ulasan Film Wregas Bhanuteja Para Perasuk: Dihadirkan, tapi Tak Benar-Benar Dibicarakan
KONFLIK AGRARIA dalam Para Perasuk kurang dihadirkan sebagai esensi kisah, dan hanya menjadi latar yang seolah tidak penting.--Instagram/filmparaperasuk
Tapi, bahasa visualnya tetap bekerja dalam logika sinema festival yang diakui Sundance, yang dirayakan kritikus Barat.
BACA JUGA:5 Film Indonesia yang Tayang saat Libur Lebaran, Ada Jumbo Hingga Norma yang Kasusnya Viral
BACA JUGA: 5 Film Indonesia yang Populer di Kancah Internasional
Sinema Indonesia kontemporer punya kebiasaan yang sulit dilepaskan. Ia senang bicara tentang yang terpinggirkan, tapi jarang benar-benar masuk ke dalamnya. Paradoks.
Konflik agraria muncul sebagai latar, tradisi lokal dipakai sebagai kostum, dan tubuh-tubuh yang menanggung beban sejarah sering kali hanya menjadi bukti bahwa filmnya punya kepedulian sosial. Dan, separuh bagian Para Perasuk ada di situ. (*)
*) Mahasiswa Pascasarjana Media dan Komunikasi Unair
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: