Bunga Peony, Simbol Kemakmuran dan Identitas Budaya Tiongkok
Bunga peony bagi masyarakat Tiongkok merupakan simbol kemakmuran, kehormatan, dan keindahan. --China Daily
Dalam seni dan sastra, peony kerap muncul sebagai simbol kemakmuran dan kehormatan. Penyair besar seperti Li Bai dan Bai Juyi banyak mengabadikan keindahan bunga itu dalam karya mereka.
Selain itu, peony juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Kulit akar peony dikenal sebagai bahan herbal.
Itu memiliki manfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan. Kandungan senyawa aktifnya menjadikan tanaman itu bernilai tinggi. Baik secara medis maupun ekonomi.
BACA JUGA:Festival Hanyi di Tiongkok, Tradisi Hangat untuk Mengenang Leluhur
Di era modern, peony semakin mengukuhkan posisinya sebagai simbol nasional Tiongkok. Dukungan masyarakat untuk menjadikannya bunga nasional terus meningkat. Itu mencerminkan kedekatan emosional antara masyarakat dan tanaman ini.
Peony juga menjadi pusat berbagai festival budaya. Kota seperti Luoyang dikenal sebagai pusat perayaan peony. Festival tahunan di sana menarik jutaan wisatawan.
Kegiatan itu tidak hanya menampilkan keindahan bunga peony. Tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Kerajinan porselen bunga peony jadi souvenir yang banyak diminati di Tiongkok.--China Daily
Di tingkat global, peony berperan sebagai duta budaya. Ekspor tanaman dan produk turunannya, seperti minyak biji dan kosmetik, telah menjangkau puluhan negara. Hal itu memperluas pengaruh budaya Tiongkok melalui jalur ekonomi dan seni.
BACA JUGA:Fotografer Abadikan Ketangguhan dan Kisah Tersembunyi di Balik Tembok Besar Tiongkok
BACA JUGA:Sentuhan Restorasi di Situs Sangxidui, Tiongkok, Bangkitkan Kejayaan Masa Lalu Sichuan
Kehadiran peony juga terlihat dalam karya seni modern. Termasuk drama dan pertunjukan teater yang mengangkat nilai sejarahnya. Bunga itu menjadi jembatan antara tradisi masa lalu dan ekspresi budaya kontemporer.
Dengan segala makna yang dikandungnya, peony merupakan simbol identitas, kebanggaan, dan warisan budaya yang terus hidup. Dan hingga kini berkembang di tengah masyarakat Tiongkok. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily