Final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal, Duel Juara Bertahan Vs Penantang Sejarah

Final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal, Duel Juara Bertahan Vs Penantang Sejarah

PSG tantang Arsenal di final UCL 2026: ambisi juara bertahan versus misi sejarah gelar perdana The Gunners di Puskás Arena, 30 Mei mendatang.-Franck Fife-Getty Images

HARIAN DISWAY - Final Liga Champions musim 2025–26 akan mempertemukan Paris Saint-Germain (PSG) dengan Arsenal di Puskás Arena, Budapest, pada Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB. 

LPertandingan ini menghadirkan duel menarik antara juara bertahan dan tim penantang yang memburu sejarah pertama.

PSG berhasil mencapai final setelah melewati pertarungan sengit melawan Bayern Munchen dini hari tadi.

Les Parisiens (sebutan PSG) mengunci kemenangan agregat 6–5 dari dua leg yang berlangsung penuh drama. Pada pertemuan pertama, PSG tampil sangat agresif dengan mencetak lima gol, meskipun pertahanan mereka sempat kebobolan empat kali. 

Laga tersebut menjadi salah satu duel paling menghibur dalam sejarah semifinal. Di leg kedua, intensitas serangan menurun, namun hasil imbang sudah cukup untuk memastikan langkah mereka ke final.

BACA JUGA:Habis Pecundangi Bayern, PSG Dihantui Cedera Achraf Hakimi

BACA JUGA:Rekor yang Tercipta dalam Laga PSG vs Bayern Munchen, Gol Terbanyak di Era Liga Champions


Selebrasi pemain PSG usai tundukkan Bayern Munchen dan masuk ke final Liga Champions 2025/2026 pada Kamis, 7 Mei 2026-Alex Grimm-Getty Images

Sementara itu, Arsenal menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang turnamen. Tim asuhan Mikel Arteta belum terkalahkan sejak fase awal hingga semifinal. 

Mereka memastikan tiket ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2–1 dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh disiplin.

Perjalanan Arsenal menuju final juga terbilang solid. Mereka tampil sempurna di fase liga dengan memenangkan seluruh pertandingan, lalu melanjutkan performa apik saat mengalahkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atlético Madrid di babak gugur. 

Meski beberapa pihak menilai jalur mereka relatif lebih mudah, performa stabil tersebut tetap menunjukkan kualitas tim.

Di sisi lain, PSG justru harus melalui jalur yang lebih sulit. Mereka hanya finis di posisi ke-11 pada fase liga, sehingga harus melewati babak tambahan sebelum masuk fase gugur utama. 

Sepanjang perjalanan, mereka menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Monaco, Chelsea, Liverpool, hingga Bayern Munchen. Tantangan berat tersebut justru memperlihatkan ketangguhan mental mereka sebagai juara bertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber