Pertamina dan LanzaTech Teken MoU Pengembangan Energi Bersih Berbasis Teknologi di Houston
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza dan Chief Executive Officer LanzaTech, Jennifer Holmgren menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengembangkan solusi energi rendah karbon berbasis teknologi, disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serik-Humas Pertamina-
HARIAN DISWAY - Pertamina dan LanzaTech menandatangani nota kesepahaman pengembangan energi rendah karbon berbasis teknologi waste to fuel dalam ajang Offshore Technology Conference di Houston, Rabu, 6 Mei 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza bersama Chief Executive Officer LanzaTech Jennifer Holmgren. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan teknologi konversi sampah perkotaan menjadi etanol melalui proses fermentasi mikroba.
LanzaTech merupakan perusahaan teknologi global asal Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi pengolahan gas limbah kaya karbon menjadi bahan bakar dan bahan kimia bernilai ekonomi. Pendekatan ekonomi sirkular yang diterapkan perusahaan tersebut dinilai mampu membantu industri mengurangi emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan LanzaTech berupaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan pengembangan energi alternatif berbasis karbon daur ulang.
BACA JUGA:Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Akses Pendidikan Wilayah 3T
BACA JUGA:Perwira Perempuan Tembus Batas, Perkuat SDM Maritim Pertamina Patra Niaga
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan peningkatan volume sampah perkotaan dan kebutuhan energi bersih yang terus tumbuh.
“Melalui kerja sama ini, kami mendorong solusi konkret untuk mengubah tantangan menjadi peluang, dengan mengonversi sampah menjadi bahan bakar bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi,” ujarnya.
Ia menjelaskan volume sampah nasional saat ini mencapai sekitar 56,6 ribu ton per hari. Sementara kebutuhan etanol di Indonesia diproyeksikan meningkat hingga sekitar 2,4 juta kiloliter pada tahun 2030.
Menurut Oki, kolaborasi ini membuka peluang pengembangan rantai nilai ekonomi sirkular mulai dari pengolahan sampah, produksi etanol, hingga pemanfaatan produk turunan untuk bahan bakar campuran dan industri kimia.
Selain berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru, model bisnis tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah dan energi nasional.

Pertamina dan LanzaTech menandatangani nota kesepahaman pengembangan energi rendah karbon berbasis teknologi waste to fuel dalam ajang Offshore Technology Conference di Houston, Rabu, 6 Mei 2026.-Humas Pertamina-
Chief Executive Officer LanzaTech Jennifer Holmgren menambahkan bahwa teknologi fermentasi berbasis mikroba yang dimiliki perusahaan mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi termasuk etanol.
Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, teknologi LanzaTech disebut memiliki fleksibilitas tinggi untuk diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting seperti kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: