Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus, Kolom Abu Capai 10.000 Meter

Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus, Kolom Abu Capai 10.000 Meter

Kolom Abu Gunung Api Dukono 10 km di atas puncak. Terlihat dari Kota Tobelo -BNPB, PVMBG-

HALMAHERA UTARA, HARIAN DISWAY Gunung Dukono yang terletak di Kabupaten HALMAHERA UTARA, Provinsi Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Pada 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT, gunung api tersebut mengalami erupsi besar dengan tinggi kolom abu yang terpantau mencapai sekitar 10.000 meter (1o km) di atas puncak. 

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang merujuk pada data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom erupsi teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal.

Letusan ini juga dilaporkan disertai dengan suara dentuman dengan kekuatan lemah hingga kuat.

BACA JUGA:Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Abu Vulkanik Mencapai 800 Meter

BACA JUGA:Erupsi Gunung Semeru Paksa 346 Warga Mengungsi

Secara teknis, aktivitas kegempaan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi mencapai 967,56 detik. Saat ini, Gunung Dukono berada pada status Level II (Waspada).

Sebelum letusan besar ini terjadi, PVMBG mencatat adanya peningkatan aktivitas visual dan kegempaan sejak 29 Maret 2026, dengan rata-rata 95 kejadian erupsi.

Dampak dari sebaran abu vulkanik mulai terpantau di wilayah Kecamatan Galela, tepatnya di Desa Mamunya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara bersama BPBD Provinsi Maluku Utara telah mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu untuk menangani dampak erupsi serta melakukan pendataan lanjutan terhadap kondisi masyarakat di sekitar kawasan terdampak.

BACA JUGA:127 Gunung Api Aktif di Indonesia, 27 Berstatus Waspada hingga Siaga, 15 Juta Jiwa Terpapar Risiko

BNPB mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta untuk mematuhi rekomendasi otoritas terkait dengan tidak beraktivitas di dalam radius berbahaya dan selalu menggunakan masker guna mengantisipasi risiko hujan abu vulkanik.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: