Pendekar Chicago

Pendekar Chicago

ILUSTRASI Pendekar Chicago.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Setelah Soeharto jatuh, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), kemudian mengikuti pemilihan presiden, tetapi gagal. 

Amien Rais kemudian menjadi ketua MPR RI. Dan, Akbar Tandjung –ketua Partai Golkar yang juga jebolan HMI– menjadi ketua DPR RI. Duet maut itu membentuk Poros Tengah untuk menandingi PDIP, partai sekuler yang menjadi pemenang pemilu. 

Poros Tengah tersebut berhasil menjadikan Gus Dur sebagai presiden. Itulah puncak keberhasilan generasi emas politisi Islam di panggung politik Indonesia. Semua lembaga tertinggi negara dikuasai kader muslim, mulai lembaga kepresidenan sampai lembaga legislatif DPR/MPR.

Sayang, bulan madu itu berlangsung singkat. Gus Dur hanya berkuasa selama setahun, kemudian dijatuhkan sendiri oleh Amien Rais dan Akbar Tandjung melalui mekanisme impeachment

Perseteruan Gus Dur vs Amien Rais itu membawa implikasi pada friksi di kalangan para pendukungnya. Sampai sekarang dendam politik itu masih terasa di kalangan pendukung Gus Dur.

Di antara tiga Pendekar Chicago itu, dua orang sudah wafat. Tinggallah Amien Rais sendirian. Dalam usia 82 tahun, Amien Rais masih tetap bertahan dengan sikap politiknya yang independen dan ”outspoken”, tidak pernah takut berbicara.

Peringatan Amien Rais mengenai hubungan personal Prabowo Subianto dengan Seskab Teddy Indra Wijaya harus dilihat dalam perspektif historis-kontekstual. Amien Rais konsisten dengan sikapnya dalam memperjuangkan cara hidup islami. 

Hubungan spesial Prabowo-Teddy harus dilihat dari perspektif cara hidup yang tidak islami, yang sangat ditentang Amien Rais.

Selama dua dekade masa kekuasaan Jokowi, Amien Rais juga menjadi suara oposisi yang konsisten. Amien menentang garis politik Jokowi yang tidak ramah terhadap Islam. Amien menentang cara-cara Jokowi melabeli gerakan Islam sebagai gerakan radikal. 

Amien juga menentang kriminalisasi terhadap sejumlah ulama dan aktivis Islam. Itulah yang membuat Amien Rais berseberangan jalan dengan Syafi’i Ma’arif yang lebih akomodatif terhadap Jokowi.

Jalan politik yang ditempuh Amien Rais selama ini merupakan bagian dari konsistensinya dalam melakukan ”amar makruf nahi munkar”, yang menjadi esensi perjuangan Islam. Hal itulah yang dilakukan Amien Rais terhadap Soeharto. Dan, sekarang ia melakukannya terhadap mantan menantu Soeharto. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: