Persebaya vs Persik 5-0, Misi Happy Ending Bajol Ijo di GBT Sukses
Persebaya berhasil mengalahkan Persik Kediri 5-0 di pekan terakhir Super League 2025/2026, Sabtu, 23 Mei 2026.-Boy Slamet -Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Persebaya Surabaya menutup perjalanan di Super League 2025/2026 dengan cara yang sempurna.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Bajol Ijo tampil dominan dan menghajar Persik Kediri 5-0, Surabaya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kemenangan besar itu lahir melalui gol Malik Risaldi, Gustavo Fernandes, Bruno Paraiba, dan brace Bruno Moreira. Hasil itu pun mengunci posisi keempat Persebaya di Super League 2025/2026.
BACA JUGA:Makin Tajam di Persebaya, Francisco Rivera Tetap Rendah Hati!
BACA JUGA:Momen Respek Persebaya Saat Menang 7-0 vs Semen Padang, Beri Penghormatan ke Pemain dan Suporter
Jalannya Pertandingan Persebaya vs Persik

Proses gol pertama Bruno Moreira ketika Persebaya menekuk Persik Kediri 5-0 di GBT, Sabtu, 23 Mei 2026.-Boy Slamet -Harian Disway
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menampilkan pressing ketat dan tidak memberi ruang untuk lawan mengembangkan permainan.
Baik Persebaya maupun Persik terlihat ingin mengakhiri musim dengan hasil terbaik. Peluang pertama datang dari tuan rumah pada menit kesembilan.
Toni Firmansyah mencoba peruntungan lewat sepakan keras kaki kiri dari luar kotak penalti. Tapi, kiper Persik Husni Al Malik masih mampu mengamankan bola dengan baik.
Gol yang ditunggu publik Gelora Bung Tomo akhirnya datang empat menit kemudian. Pada menit ke-13, Bruno Moreira mengirim umpan matang dari sisi kiri.
BACA JUGA:Semen Padang vs Persebaya 0-7, Bajol Ijo Berpesta dan Paraiba Hattrick
BACA JUGA:Persebaya Waspadai Persis Solo, Bernardo Tavares Ingatkan Bahaya Manahan
Malik Risaldi yang berdiri di posisi ideal langsung menyambarnya dengan sepakan terarah ke sisi kiri gawang. Stadion pun bergemuruh menyambut keunggulan 1-0 Persebaya.
Setelah tertinggal, Persik mencoba mengambil alih permainan dengan lebih banyak menguasai bola. Namun, rapatnya lini belakang Persebaya membuat serangan-serangan Macan Putih (sebutan Persik) gagal berkembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: