PWNU Jatim: PDIP Rawat Persaudaraan Kebangsaan, dan Kepedulian Sosial dengan Konsisten Berkurban

PWNU Jatim: PDIP Rawat Persaudaraan Kebangsaan, dan Kepedulian Sosial dengan Konsisten Berkurban

PWNU JATIM mengapresiasi DPD PDIP Jatim yang konsisten mendistribusikan sapi kurban untuk nahdliyin.--PDIP Jatim

HARIAN DISWAY — Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi konsistensi DPD PDIP Jawa Timur dalam menyalurkan hewan kurban kepada Nahdlatul Ulama setiap momentum Hari Raya Iduladha.

Tahun ini, DPD PDIP Jawa Timur melalui Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menyerahkan dua ekor sapi kurban kepada PWNU Jawa Timur untuk didistribusikan kepada masyarakat dan warga yang membutuhkan.

Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, HM. Taufik Mukti, menyampaikan bahwa hubungan antara Nahdlatul Ulama dan PDIP selalu baik selama ini. Ada kedekatan historis, sosial, dan kebangsaan yang cukup panjang.

Menurutnya, hubungan tersebut sering dikenal dengan istilah "ijo-abang", simbol kedekatan kalangan santri dan nasionalis yang sejak lama hidup dalam kultur masyarakat Jawa Timur.

BACA JUGA:PWM Muhammadiyah Jatim Apresiasi Konsistensi Kurban PDIP, Rawat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

BACA JUGA:Iduladha 2026: PDIP Magetan Bagikan Daging Kurban Berwadah Besek di 6 Dapil

"Hubungan NU dan PDI Perjuangan selama ini terjalin baik. Kami sering menyebutnya sebagai hubungan ijo-abang. Ada semangat kebangsaan, kerakyatan, dan kepedulian sosial yang tumbuh bersama di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia menilai konsistensi penyaluran hewan kurban dari PDIP Jawa Timur menjadi bagian penting dalam merawat silaturahmi dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Menurut Taufik, kedekatan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari hubungan baik yang pernah terjalin antara KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Dalam sejarah perjalanan bangsa, Gus Dur dan Megawati dikenal memiliki hubungan persahabatan yang hangat serta sama-sama menjaga semangat demokrasi, kebangsaan, dan persatuan Indonesia pada masa transisi reformasi.

BACA JUGA:PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban, Mojokerto Serahkan ke Ponpes Mamba’us Sa’adah

BACA JUGA:Semangat Pengorbanan dan Kebersamaan, PDIP Jatim Bagikan 468 Sapi Kurban

"Gus Dur dan Ibu Megawati punya kedekatan yang baik. Itu menjadi bagian dari sejarah kebangsaan Indonesia, bagaimana kalangan nasionalis dan Nahdliyin bisa berjalan bersama menjaga Indonesia," katanya.

Menurutnya, semangat persaudaraan itulah yang hingga kini masih terasa di akar rumput, termasuk dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

PWNU Jawa Timur juga mengapresiasi perhatian PDIP Jawa Timur yang terus menjaga hubungan baik dengan kalangan pesantren, ulama, dan warga Nahdliyin.

"Yang paling penting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Insya Allah daging kurban nanti akan kami distribusikan kepada masyarakat sesuai zona yang telah ditentukan," ujarnya.

BACA JUGA:Lantik 33 Pengurus PAC, DPC PDIP Kota Batu Perkuat Struktur hingga Anak Ranting

BACA JUGA:Regenerasi dan Restrukturisasi Jadi Fokus Pelantikan PAC PDIP Kabupaten Mojokerto

Taufik berharap silaturahmi dan kerja sama sosial seperti ini dapat terus dijaga karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

"Semoga semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan ukhuwah kebangsaan seperti ini terus dirawat bersama demi kemaslahatan umat dan masyarakat luas," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: