Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Khofifah Optimistis Jatim Percepat Swasembada Gula Nasional

Tinjau PG Ngadirejo Kediri, Khofifah Optimistis Jatim Percepat Swasembada Gula Nasional

Gubernur Khofifah meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal -Humas Pemprov Jawa Timur -

KEDIRI, HARIAN DISWAY - Deretan truk pengangkut tebu mengular di kawasan Pabrik Gula Ngadirejo, Kabupaten KEDIRI. Sejak pagi hari, aktivitas bongkar muat berlangsung tanpa henti. 

Para pekerja memastikan proses penggilingan berjalan lancar di tengah tingginya pasokan tebu dari para petani. Suasana tersebut disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau proses produksi di PG Ngadirejo, salah satu unit usaha strategis milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Kamis, 28 Mei 2026. 

Khofifah melihat berbagai tahapan produksi gula. Mulai pembongkaran tebu, proses penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan, hingga pengemasan gula siap distribusi.

Menurut Khofifah, tingginya aktivitas pengiriman tebu menunjukkan semangat petani sekaligus menjadi sinyal positif meningkatnya produktivitas sektor pergulaan Jawa Timur pada musim giling tahun ini.

BACA JUGA:PWNU Jatim Sembelih 7 Ekor Sapi Kurban, Termasuk Milik Khofifah dan Menag Nasaruddin Umar


PG Ngadirejo menjadi salah satu pabrik gula terbesar di Jawa Timur -Humas Pemprov Jawa Timur -

Dia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean truk tidak terlalu panjang dan kualitas tebu tetap terjaga.

“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi semakin baik,” kata Khofifah.

PG Ngadirejo sendiri menjadi salah satu pabrik gula terbesar di Jawa Timur dengan kapasitas penggilingan mencapai 7.000 Ton Cane Per Day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik tersebut mampu menyelesaikan penggilingan lebih dari 10 juta kuintal tebu.

Bagi Khofifah, kapasitas besar tersebut harus diiringi peningkatan kualitas produksi, terutama dalam mendongkrak rendemen gula. Sebab, tingginya rendemen akan menentukan jumlah gula yang dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

BACA JUGA:Sapi Kurban Prabowo dan Khofifah Jadi Magnet Iduladha di Masjid Al Akbar, Lokal Unggulan vs Ras Otot Ganda

BACA JUGA:BPKH Angkat Bicara soal Dana Haji, Tegaskan Setoran Jemaah Tetap Aman

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujarnyi.

Optimisme terhadap industri gula Jawa Timur memang cukup beralasan. Selama ini Jawa Timur menjadi provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penopang utama produksi gula nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: