Luis Enrique Yakin PSG Kalahkan Arsenal, Termotivasi Gelar Back-to-Back

Luis Enrique Yakin PSG Kalahkan Arsenal, Termotivasi Gelar Back-to-Back

Luis Enrique menilai motivasi PSG mempertahankan gelar juara Liga Champions jauh lebih besar ketimbang ambisi Arsenal yang mengincar trofi pertamanya.--IMAGO

HARIAN DISWAY - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menilai timnya punya kans lebih besar memenangkan Liga Champions. Penyebabnya simpel. Karena PSG memiliki dorongan yang lebih besar dibanding Arsenal.

PSG datang ke partai puncak Liga Champions di Puskas Arena, Budapest, Sabtu, 30 Mei 2026, pukul 23.00 WIB dengan status juara bertahan. Mereka berpeluang mencatat sejarah sebagai tim kedua setelah Real Madrid yang mampu mempertahankan gelar di era modern.

Sementara itu, Arsenal memburu trofi Liga Champions perdana dalam sejarah. Klub asal London tersebut baru dua kali mencapai final. Penampilan sebelumnya terjadi pada 2006, tepat sepuluh tahun silam. Dan Arsenal kalah oleh Barcelona.

Meski begitu, kepercayaan diri skuad asuhan Mikel Arteta sedang tinggi setelah sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama lebih dari dua dekade.

BACA JUGA:Pirlo Bongkar Senjata Rahasia Arsenal untuk Hancurkan PSG

BACA JUGA:4 Alasan PSG Patut Waspada Jelang Final Liga Champions Kontra Arsenal

Arteta mengatakan kepada para pendukung Arsenal bahwa motivasi timnya menjadi juara Eropa sangat kuat. Karena belum pernah sama sekali. Jadi, antara meraih gelar perdana dan back-to-back, mana yang lebih ampuh memotivasi?  


Mikel Arteta memuji pelatih PSG Luis Enrique sebagai panutan bagi semua pelatih menjelang pertemuan kedua tim di final Liga Champions.--AFP

"Kurasa tidak ada motivasi yang lebih besar daripada mencoba memenangkan Liga Champions lagi," kata Enrique. "Kami sudah memenangkan liga domestik, tetapi ambisi untuk meraih trofi kedua secara beruntun justru terasa lebih besar," lanjutnya.

Pelatih asal Spanyol itu menolak anggapan PSG diunggulkan hanya karena pengalaman mereka di final musim lalu. Menurutnya, laga sebesar ini selalu ditentukan oleh detail kecil dan kemampuan pemain mengendalikan tekanan di lapangan.

"Tidak ada favorit dalam pertandingan seperti ini. Kami harus menikmati 90 menit pertandingan, walaupun tentu akan ada ketegangan," jelasnya. "Hal terpenting adalah bagaimana kami mengelola tekanan tersebut," sambung eks pelatih Barcelona itu.

PSG dan Arsenal sudah delapan kali bertemu di semua kompetisi, dengan rekor yang cukup seimbang. Namun, PSG memiliki modal positif karena mampu memenangkan dua pertemuan terakhir mereka atas The Gunners pada semifinal musim 2024-25.

BACA JUGA:Arsenal vs PSG: Mikel Arteta Sebut Luis Enrique Contoh bagi Semua Pelatih

BACA JUGA:Remehkan Arsenal, Patrice Evra Sebut PSG Bakal Hancurkan The Gunners Jika...

Ketajaman PSG Diuji Pertahanan Kukuh Arsenal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber