Komisaris Pertamina Apresiasi Program Uma Palak Lestari, Wujud Swasembada Pangan dan Energi di Bali

Komisaris Pertamina Apresiasi Program Uma Palak Lestari, Wujud Swasembada Pangan dan Energi di Bali

Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang berdialog dengan warga di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, pada Sabtu, 30 Mei 2026. --

HARIAN DISWAY - Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai menjadi contoh keberhasilan integrasi swasembada pangan dan energi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Denpasar Utara, Bali, Kamis, 4 Juni 2026.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut berada di Kelurahan Peguyangan, Denpasar Utara, dan menggabungkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pertanian berkelanjutan, serta pengembangan kawasan ekowisata dan eduwisata berbasis masyarakat.

Untuk melihat langsung perkembangan program tersebut, Komisaris Pertamina Nanik S. Deyang bersama Komisaris Independen Pertamina Condro Kirono melakukan kunjungan ke lokasi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kunjungan itu didampingi Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga Kadek Ambara Jaya, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta jajaran manajemen Pertamina.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan komisaris meninjau berbagai fasilitas yang telah dibangun sekaligus melakukan penanaman padi secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis energi bersih.

BACA JUGA:Dewan Komisaris Pertamina Cek Langsung Pelayanan dan Fasilitas SPBU di Bali

BACA JUGA:Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi dan Dukung Pendidikan di Karangasem

Sebelum program dijalankan, masyarakat setempat menghadapi persoalan keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan pertanian. Kondisi tersebut semakin terasa saat musim kemarau panjang yang menyebabkan penurunan hasil panen dan berdampak pada pendapatan petani.

Melalui program DEB Uma Palak Lestari, Pertamina menghadirkan sistem pengairan berbasis Renewable Battery Technology (RBT) dan mikrohidro berkapasitas 21 kWp. Teknologi tersebut mampu mengalirkan air ke lahan pertanian seluas 103 hektare sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 27,3 ton CO₂eq per tahun.

Selain memanfaatkan energi bersih, program ini juga menerapkan teknologi pengairan digital dan penggunaan alat pertanian elektrik seperti traktor serta mesin penggiling padi. Pertamina turut membangun Bale Melajang sebagai pusat edukasi pertanian serta memberikan pelatihan pengelolaan irigasi berbasis sistem Subak.

Dampak program tersebut dirasakan oleh sekitar 408 penerima manfaat, termasuk 24 petani perempuan. Selain penghematan biaya listrik hingga Rp44 juta per tahun, produktivitas padi meningkat dari 5,5 ton menjadi 7,5 ton per hektare.


Program Desa Energi Berdikari (DEB) Uma Palak Lestari binaan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai menjadi contoh keberhasilan integrasi swasembada pangan dan energi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Denpasar Utar-Humas Pertamina-

Pengembangan pertanian organik juga menjadi salah satu capaian penting program ini. Lahan seluas 5 hektare kini dimanfaatkan untuk budidaya padi organik varietas Mentik Susu yang menghasilkan omzet sekitar Rp476 juta per tahun.

Tidak hanya sektor pertanian, kawasan Uma Palak Lestari juga berkembang menjadi destinasi ekowisata dan eduwisata. Berbagai fasilitas seperti ruang terbuka hijau, jogging track, kafe rest area, dan camping ground berhasil menarik sekitar 72 ribu wisatawan lokal maupun mancanegara setiap tahun.

Kehadiran sektor wisata tersebut turut memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat hingga mencapai Rp64 juta per tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa program TJSL tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: