Peringati Haul Wafatnya Khomenei, Mojtaba Khamenei Sebut AS Terima Pukulan Telak dari Iran
Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, muncul dalam sebuah pesan yang disiarkan televisi Iran. Mojtaba belum pernah muncul di publik sejak serangan AS ke Iran pada 28 Februari lalu -Atta Kenare/AFP-
HARIAN DISWAY - Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, bahwa Amerika Serikat dan Israel telah menerima "pukulan telak" dari Iran dalam perang di Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah pihak pemerintah melaporkan tidak adanya kemajuan nyata dalam negosiasi untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
Pesan dari Ayatollah Mojtaba Khamenei tersebut dibacakan oleh seorang pemimpin doa dalam upacara peringatan wafatnya pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhullah Khomeini yang jatuh pada hari Rabu, 3 Juni 2026.
Momentum ini bertepatan setelah parlemen AS, yakni House of Representatives meloloskan resolusi yang berupaya menghentikan aksi militer Amerika di Iran.
Hingga saat ini, negosiasi damai AS-Iran yang telah berlangsung selama berminggu-minggu dan diwarnai oleh berbagai ancaman serta pertempuran sporatis masih gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
BACA JUGA:Parlemen AS Desak Trump Tarik Pasukan dari Perang Iran
BACA JUGA:Parlemen AS Voting Batasi Kewenangan Perang Trump di Tengah Eskalasi Konflik Iran
Kondisi ini juga menghambat pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur pipa utama bagi aliran energi global.
Di sisi lain, AS dan Iran terus mengirimkan sinyal yang bertolak belakang. Teheran bersikeras menetapkan syarat-syarat yang berat demi adanya kemajuan proses damai. Sementara itu, Presiden Donald Trump kembali menyuarakan optimisme dengan mengatakan kepada para jurnalis bahwa kesepakatan bisa saja terjadi pada akhir pekan ini.
Dalam pesan tertulisnya, Khamenei menegaskan bahwa musuh-musuh negaranya saat ini sedang merasakan kehinaan yang mendalam setelah menghadapi pukulan telak tersebut.
Ia juga menuduh pihak lawan mencoba menanamkan benih keraguan, keputusasaan, ketakutan, ketidakpercayaan, dan perpecahan di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, ia menyerukan persatuan demi menetralisir rencana tersebut.
BACA JUGA:Memanas! Iran Ancam Buka Front Baru dan Tutup Bab El-Mandeb
BACA JUGA:Negosiasi Alot, Trump Justru Perketat Tuntutan AS dalam Proposal Damai dengan Iran
Ayatollah Mojtaba Khamenei sendiri belum pernah terlihat lagi di publik sejak terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, pada serangan gabungan AS dan Israel tanggal 28 Februari lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: