Analisis Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Favorit, Curacao Jadi Lumbung Gol?
Selebrasi Leroy Sane usai buat Jerman unggul 2-1 atas Amerika Serikat dalam laga uji coba sebelum Piala Dunia 2026, Minggu 7 Juni 2026--@HQpcrt-X
HARIAN DISWAY - Grup E Piala Dunia 2026 menjadi salah satu grup yang disparitas kekuatannya agak mencolok. Di sana ada kekuatan tradisional Eropa, raksasa Afrika, tim Amerika Selatan yang sedang menanjak, serta wajah baru dari Karibia.
Di atas kertas, Jerman bukan saja jadi favorit untuk memimpin klasemen. Juara dunia empat kali itu adalah kandidat juara. Tapi persaingan di bawah mereka diprediksi jauh lebih terbuka dan sulit ditebak.
Der Panzer datang dengan generasi baru bertabur talenta, serta ditangani salah satu pelatih muda jenius, Julian Nagelsmann. Namun, mereka tidak akan menjalani fase grup dengan mudah.
Pantai Gading hadir sebagai raksasa Afrika yang memiliki fisik kuat dan lini serang eksplosif. Sementara Ekuador membawa skuad solid dari Amerika Selatan setelah tampil impresif sepanjang babak kualifikasi.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Deschamps, Dembele Ingin Hadiahkan Trofi
BACA JUGA:Kroasia vs Slovenia 2-1: Vatreni Bangkit Jelang Piala Dunia 2026, Modric Jadi Penentu
Di sisi lain, Curacao berstatus sebagai tim debutan yang berpotensi menjadi pengganggu. Tidak ada ruang untuk lengah di Grup E. Satu hasil mengejutkan bisa mengubah seluruh peta persaingan. Simak analisa kekuatan setiap tim di Grup E Piala Dunia 2026.
Peta Kekuatan Grup E Piala Dunia 2026
Jerman

Selebrasi Kai Havertz usai buka keunggulan bagi Jerman atas Amerika Serikat dalam laga uji coba sebelum Piala Dunia 2026, Minggu 7 Juni 2026--IMAGO
Timnas Jerman datang ke Piala Dunia 2026 dipimpin oleh Julian Nagelsmann. Meski awal kepemimpinannya sempat kurang mulus, performa Jerman menunjukkan tren peningkatan yang positif. Di bawah asuhannya, Jerman mencapai perempat final Euro 2024.
Nagelsmann dikenal sebagai pelatih muda dengan pendekatan taktis yang kreatif. Reputasinya mulai mencuat ketika membawa RB Leipzig menembus semifinal Liga Champions 2019/2020.
Ia kemudian sukses bersama Bayern Munchen dengan gelar Bundesliga 2021/2022 serta dua trofi DFL Super Cup. Fleksibilitas taktiknya menjadi salah satu kekuatan. Ia mampu memainkan skema seperti 4-2-3-1 hingga formasi tiga bek seperti 3-4-3.
BACA JUGA:Analisis Kekuatan Grup A Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Meksiko Dikepung Kuda Hitam!
BACA JUGA:Analisis Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Favorit Juara, Kanada dan Bosnia Jadi Kuda Hitam
Dalam hal komposisi skuad, Nagelsmann cenderung sudah memiliki kerangka tim inti yang cukup stabil. Jerman diprediksi tetap mengandalkan formasi 4-2-3-1 dengan intensitas pressing tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber