Analisis Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol dan Uruguay Berebut Takhta

Analisis Grup H Piala Dunia 2026: Spanyol dan Uruguay Berebut Takhta

Spanyol dan Uruguay diunggulkan berebut status juara Grup H Piala Dunia 2026, sementara Arab Saudi dan debutan Cape Verde siap mengintai peluang kejutan.-Irina R. Hipolito-Getty Images

HARIAN DISWAY - Ini dia salah satu grup paling menarik di Piala Dunia 2026. Dua tim berstatus juara dunia, satu juara Asia, dan satu debutan dari Afrika. Spanyol, Uruguay, Arab Saudi, dan Cape Verde menghadirkan kombinasi unik.

FIFA menempatkan Spanyol sebagai unggulan pertama di Grup H. Tapi tetapi Uruguay diyakini menjadi penantang utama dalam perebutan posisi puncak.

Spanyol datang dengan status juara Eropa dan salah satu favorit juara dunia. Mereka pernah merebut trofi pada 2010. Sementara itu, Uruguay, juara edisi 1930 dan 1950, membawa generasi baru yang dibangun oleh Marcelo Bielsa.

Di sisi lain, Arab Saudi ingin mengulangi kejutan seperti ketika mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022. Sedangkan Cape Verde menjalani debut bersejarah mereka di putaran final.

BACA JUGA:Spanyol Jadi Unggulan di Piala Dunia, De La Fuente: Itu Tidak Menjamin Apa Pun

BACA JUGA:Spanyol vs Irak 1-1, Persiapan Piala Dunia La Roja Berakhir Kurang Manis

Meski di atas kertas Spanyol dan Uruguay lebih diunggulkan, format baru Piala Dunia yang meloloskan sejumlah peringkat ketiga terbaik membuat Arab Saudi dan Cape Verde tetap memiliki peluang realistis untuk menciptakan kejutan. 

Tidak mengherankan jika banyak pengamat menyebut Grup H sebagai salah satu "grup neraka" pada turnamen kali ini. Inilah peta kekuatan mereka.

Bedah Kekuatan Tim-Tim Grup H

Spanyol


SPANYOL hancurkan Georgia setelah tertinggal 0-1, ini yang dikatakan Luis de la Fuente saat jeda. Foto: Fabian Ruiz (tengah) merayakan gol kedua Spanyol.-Alberto Pizzoli-AFP

Spanyol memasuki Piala Dunia 2026 sebagai salah satu kandidat juara. Di bawah Luis de la Fuente, La Roja tidak lagi memainkan tiki-taka klasik yang terlalu lambat dan minim gol (plus sedikit membosankan) seperti era sebelumnya.

Mereka tetap mendominasi penguasaan bola, tetapi kini jauh lebih vertikal dan agresif ketika menemukan ruang. Kesuksesan menjuarai Euro 2024 menjadi bukti bahwa transformasi tersebut berjalan efektif.

BACA JUGA:Luis De La Fuente Yakin Spanyol Bisa Ulang Kejayaan 2010 di Piala Dunia 2026

BACA JUGA:Lamine Yamal Tak Pakai Nomor 10 di Timnas Spanyol, Dani Olmo Jelaskan Alasannya

Secara taktik, Spanyol umumnya menggunakan formasi 4-3-3 dengan fokus pada penguasaan bola dan pressing tinggi. Rodri menjadi pusat permainan di lini tengah, sementara para pemain sayap diberi kebebasan untuk menyerang ruang di belakang pertahanan lawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber