Pemprov Jatim Buka Beasiswa 1.100 Santri 2026, Tambah Kuota STEM dan S2 Al-Azhar Mesir

Pemprov Jatim Buka Beasiswa 1.100 Santri 2026, Tambah Kuota STEM dan S2 Al-Azhar Mesir

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua LPPD Jatim Abd Halim Soebahar di Kantor Sekretariat Daerah Jatim, Rabu 10 Juni 2026-Edi Susilo Disway -

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemprov Jatim kembali membuka keran beasiswa untuk 1.100 santri dari berbagai pondok pesantren di wilayahnya pada tahun 2026.

Upaya itu diambil sebagai strategi taktis untuk mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren. Sekaligus memperluas diversifikasi profesi santri di era digital.

Tahun ini, Pemprov Jatim membuat terobosan baru dengan memasukkan program berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics). Di samping tetap mempertahankan program studi keagamaan internasional ke Universitas Al-Azhar, Mesir.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan program afirmasi itu merupakan estafet keberlanjutan. Diinisiasi sejak era Gubernur Imam Utomo pada 2006, program ini terus melarung hingga masa Gubernur Soekarwo, dan kini diperluas cakupannya di masa kepemimpinan Khofifah hingga jenjang S2, S3, hingga luar negeri.

BACA JUGA:Peluang Lolos SMA/SMK Negeri Hanya 39 Persen, Siswa Disarankan Manfaatkan Beasiswa Sekolah Swasta

BACA JUGA:ITS Pasok SDM Unggul ke Daerah 3 T Lewat Program Beasiswa Patriot

"Kami mencoba terus menguatkan kualitas SDM dan diversifikasi akademik di Jawa Timur dengan memberikan akses bagi para santri. Kerja sama ini sengaja dijalin dengan pesantren-pesantren agar mampu memberikan afirmasi pada diversifikasi profesi lulusannya," ujar Khofifah usai acara Launching Beasiswa Pemprov Jatim bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jatim, Rabu, 10 Juni 2026.

Ketua LPPD Jatim, Abd Halim Soebahar, merinci total kuota 1.100 penerima beasiswa tahun ini. Untuk program anyar berbasis STEM, Pemprov menyediakan kuota 40 kursi untuk jenjang S1 dan 20 kursi untuk S2.

Sementara untuk jalur reguler, kuota yang disediakan meliputi, S1 dengan kuota 20 mahasiswa, S2 kuota 15 mahasiswa, dan S3 reguler kuota 10 mahasiswa. Juga S2 Universitas Al-Azhar Mesir dengan kuota 30 mahasiswa. 

Sementara untuk jenjang Ma'had Aly jenjang Ula sebanyak 60 mahasiswa dan  Ma'had Aly jenjang Tsaniyah sebanyak 15 mahasiswa.

"Bahkan ke depan, kami bersiap membuka program S3 khusus Ma'had Aly. Ini akan menjadi satu-satunya di Indonesia," kata Abd Halim Soebahar 

Hingga tahun ini, LPPD Jatim telah menggandeng 64 perguruan tinggi aktif, menambah panjang daftar mitra yang sejak 2019 lalu telah mencapai 150 kampus, termasuk Universitas Al-Azhar di Kairo.

Khusus untuk beasiswa ke Universitas Al-Azhar, Mesir, LPPD menerapkan standar tinggi. Selain wajib menguasai kitab kuning, bahasa Arab, dan wawasan keagamaan yang kuat, syarat hafalan Al-Qur'an menjadi mutlak.

Untuk jenjang S1, pendaftar minimal harus menghafal 5 juz. Sedangkan untuk jenjang S2, syarat minimal naik menjadi 15 juz dengan target harus genap 30 juz saat mereka lulus kuliah nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: