Purbaya Ramal Rupiah segera Bangkit Lebih Kuat, Kapan?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan rupiah mulai menguat pada semester II 2026.--Anisha Aprilia
Selain faktor domestik, pemerintah juga memperkirakan kondisi global akan lebih kondusif dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Purbaya, sejumlah konflik geopolitik yang saat ini menjadi sumber ketidakpastian diperkirakan mulai mereda pada 2027.
BACA JUGA:Pemerintah Stabilkan Rupiah dengan Instrumen Utang, Ekonom Ingatkan Resiko Krisis
BACA JUGA:Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Kemenkeu dan BI Tingkatkan Daya Tarik Surat Utang
"Di tahun 2027, konflik geopolitik terutama Iran dan AS dan Israel diperkirakan semakin mereda dan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan membaik," katanya.
Berdasarkan asumsi tersebut, pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2027 dapat bergerak lebih stabil di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat.
"Pemerintah memperkirakan rupiah di tahun 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS," ujar Purbaya.
Optimisme pemerintah tersebut muncul di tengah penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir. Pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, rupiah ditutup di level Rp17.944 per dolar AS, menguat 114 poin atau sekitar 0,63 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati sejumlah faktor penentu arah rupiah dalam jangka pendek, mulai dari perkembangan konflik geopolitik, pergerakan dolar AS global, hingga efektivitas langkah stabilisasi yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: