Tur di Tate Modern Tantang Stereotip Seni Afrika
Karya seniman Afrika-Amerika Simone Leigh. Judulnya 'Sentinel'. Karya itu menggabungkan bentuk tubuh perempuan dengan arsitektur sebuah tempat tinggal atau ruang perlindungan.--Bbc
“Dengan berdiri di depan sebuah karya dan berbicara tentangnya, kita bisa memberi kehidupan baru pada karya itu. Dan mengubah bagaimana masa depannya dipahami,” katanya.
BACA JUGA:Pameran di Xinjiang Ungkap Perjalanan Budaya Gerabah Prasejarah dari Sungai Kuning
BACA JUGA:Pameran Seni Rupa JAMAN SEMONO, Ajang Nostalgia Alumni PGRI Adi Buana Surabaya
Pemberhentian terakhir tur membawa pengunjung ke instalasi Museum of Contemporary African Art karya seniman Benin, Meschac Gaba.
Instalasi berbentuk struktur kayu menyerupai salib. Berisi lebih dari 75 objek dari berbagai agama dan budaya dunia.
Melalui karya tersebut, Gaba mencoba menunjukkan bahwa identitas seni Afrika tidak pernah tunggal. Tidak bisa dibatasi hanya pada simbol-simbol tradisional.
Bagi Nadia, keberhasilan tur bukan diukur dari banyaknya teori yang dipahami pengunjung. “Kalau mereka masih bersama saya sampai akhir tur, berarti saya sudah melakukan pekerjaan dengan baik,” ujarnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: bbc