Menghuni Bumi yang Dinamis
ILUSTRASI Menghuni Bumi yang Dinamis.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Ada satu hal yang perlu diterima sebagai dasar berpikir bersama: sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan berapa magnitudo sebuah gempa akan terjadi.
Karena itu, investasi daerah pada riset dan teknologi pemantauan lokal tidak bisa diperlakukan seperti proyek fisik musiman yang selesai dalam satu-dua tahun anggaran. Investasi itu menuntut komitmen jangka panjang yang dianggarkan secara konsisten.
Kita memang tidak bisa menghentikan pergerakan lempeng. Namun, gempa bumi termasuk sedikit dari bencana berskala besar yang risikonya benar-benar bisa diturunkan lewat tindakan biasa yang dilakukan secara konsisten: bangunan dengan sambungan dan struktur yang benar, sekolah yang rutin berlatih evakuasi, dan peta mikrozonasi yang betul-betul dipakai oleh kantor tata ruang daerah.
Kebijakan keselamatan tidak boleh lagi disusun berdasarkan reaksi panik pascabencana, melainkan tunduk pada data hasil pemantauan yang konsisten. Dengan cara itulah, kita bisa menekan jumlah korban di tanah yang memang dinamis ini. (*)
*) Kadek Hendrawan Palgunadi, dosen teknik geofisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: