Teluk Lamong Catat Throughput 1,2 juta TEUs
TTL Group memeiliki peran sebagai penggerak utama rantai pasok nasional sekaligus memperkuat posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan Indonesia bagian timur -Dokumentasi TTL-
“Pertumbuhan kinerja hingga Mei 2026 menunjukkan bahwa strategi operasional yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat,” katanya.
Optimalisasi layanan kapal melalui program EAZI, peningkatan keandalan peralatan, penerapan planning & control yang disiplin, transformasi digital, serta penguatan budaya keselamatan kerja, berhasil meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pelanggan. Kepercayaan yang terus meningkat dari perusahaan pelayaran internasional menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan terminal yang semakin andal, efisien, aman, dan berdaya saing global.
TTL juga terus memperkuat implementasi budaya keselamatan melalui penyelenggaraan Safety Improvement Program pada Maret 2026. Program tersebut menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
BACA JUGA:Awal 2026, Arus Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Tumbuh 9,1 Persen
BACA JUGA:Cegah Penularan di Tempat Kerja, Terminal Teluk Lamong Sosialisasikan HIV/AIDS
Melalui implementasi Safety Induction, pemenuhan Minimum Safety Requirement, serta penguatan program Terminal Sterilization, perusahaan memastikan seluruh aktivitas bongkar muat berlangsung secara aman, efisien, dan minim risiko sehingga mendukung produktivitas terminal secara berkelanjutan.
Memasuki semester kedua tahun 2026, TTL Group optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta perluasan konektivitas jaringan pelayaran domestik dan internasional.
Dengan meningkatnya kepercayaan pelanggan, bertambahnya layanan internasional, serta sinergi yang semakin kuat bersama seluruh ekosistem logistik nasional, TTL Group berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya rantai pasok yang lebih efisien, memperkuat daya saing logistik Indonesia, dan mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus hub logistik internasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: