Menuju 90 Hole dalam Sehari
Tim golf UK Petra bertekad menembus rekor MURI bermain 90 hole dalam sehari-Petranesian Golf Community-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Komunitas Golf Universitas Kristen (UK) UK Petra memiliki agenda yang cukup unik. Mereka ingin menembus Museum Rekor Indonesia (MURI). Persiapan pun dimatangkan.
Normalnya, bermain golf itu 18 hole. Hampir semua turnamen menggunakan jumlah tersebut. Tapi tidak bagi komunitas Golf UK Petra.
Mereka ingin menaklukkan 90 hole dalam sehari. Tentu, butuh perjuangan yang luar biasa. Mulai fisik, teknik, strategi, hingga mental. Komunitas ini pun membentuk tim untuk mencapai misi tersebut.
Langkah menembus rekor MURI dijadwalkan 28 Juli 2026 mendatang. Lokasinya di Bukit Darmo Golf. Ada 12 pegolf yang tergabung pada tim tersebut. Mereka sudah berlatih. Fokus utama adalah fisik.
BACA JUGA:Metro Golf League 2026 Seri III, Semua Hole jadi Tantangan

Cuaca diperkirakan bakal menjadi tantangan saat pemecahan rekor -Petranesian Golf Community-
Total 90 hole sama artinya dengan bermain 5 kali putaran (untuk normal 18 hole). Biasanya, 18 hole bisa diselesaikan 3 hingga 4 jam. Apabila 5 kali putaran, idelanya mereka harus menyiapkan fisik untuk bermain 15 hingga 20 jam.
Tim tersebut dipimpin Ketua Petranesian Golf Community, Christian Boby Widjaja. Tujuh dari 12 pegolf yang tergabung pada tim tersebut sudah menjalani simulasi bermain hingga 63 hole dalam sehari di Bukit Darmo Golf, Jumat, 26 Juni 2026.
Boby menjelaskan, simulasi ini dilakukan agar seluruh peserta memahami tantangan fisik yang akan dihadapi saat bermain selama lebih dari 14 jam secara beruntun. Menurutnya, pengalaman merasakan kelelahan sejak masa latihan menjadi bekal penting agar para atlet tidak mengalami kejutan saat pelaksanaan rekor nanti.
"Kami ingin merasakan lelahnya lebih dulu supaya nanti saat hari pelaksanaan semua sudah siap secara fisik maupun mental," ujarnya.
BACA JUGA:Golf Diperkirakan Berasal dari Tiongkok, Jejak Permainan Kuno yang Mendahului Skotlandia
Salah seorang anggota tim, Hendrick S. Christanto, mengungkapkan terbesar bukan terletak pada teknik bermain. Tapi, cuaca Surabaya yang diperkirakan mencapai puncak panas pada akhir Juli.
Suhu udara yang tinggi dipadukan dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi akan menjadi ujian bagi seluruh peserta. Karena itu, latihan difokuskan untuk meningkatkan endurance agar tetap mampu menjaga konsistensi permainan hingga hole terakhir.
Setiap pegolf juga memiliki strategi berbeda dalam menjaga kondisi tubuh. Mereka mengatur pola konsumsi cairan, makanan, hingga waktu istirahat seminimal mungkin agar tetap bugar sepanjang pertandingan.
Pegolf lainnya, Tity Ali, bahkan sengaja membiasakan diri berlatih pada jam-jam ketika suhu udara berada di titik tertinggi, yakni antara pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Selama simulasi berlangsung, ia memanfaatkan waktu di atas golf cart untuk makan dan minum agar tidak mengganggu ritme permainan.
BACA JUGA:Anniversary Taman Dayu ke-30, Luncurkan Teknologi Smart Score Golf Pertama di Jawa Timur
"Kalau nanti bertemu cuaca panas, kami sudah terbiasa karena memang dilatih sejak sekarang," ujarnya.
Dalam pelaksanaan pemecahan rekor nanti, para pegolf dijadwalkan bermain di empat lapangan golf berbeda, Dimulai dari Ciputra Golf Surabaya, dilanjutkan ke Graha Famili Golf, kemudian Bukit Darmo Golf, dan ditutup di Pakuwon Golf & Family Club.
Hendrick optimistis target tersebut dapat dicapai apabila tim mampu menyelesaikan 72 hole pertama sesuai jadwal. Menurutnya, sisa permainan akan lebih banyak ditentukan oleh semangat dan mental bertanding.
Program latihan intensif akan terus berlangsung hingga dua pekan sebelum hari pelaksanaan. Setelah itu, seluruh anggota tim dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up sebagai bagian dari prosedur untuk memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi prima sebelum menjalani tantangan memecahkan rekor MURI bermain golf 90 hole dalam sehari. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: