Sebut Homoseksual Normal, MUI Tegur BEM Psikologi UI
MUI menegur BEM Psikolgi UI soal unggahan tentang Homoseksual: Intelektualitas saja tidak cukup -mui.or.id-
HARIAN DISWAY - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis mengkritik unggahan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang menyebut homoseksual bukan sebagai penyimpangan.
Cholil mengingatkan bahwa status UI sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia membawa konsekuensi besar. Predikat tersebut menuntut pihak universitas untuk tidak sekadar berfokus pada capaian akademik, melainkan harus memastikan pembentukan mental dan spiritual mahasiswanya berjalan dengan baik.
Dilansir dari MUI Digital, Cholil menyebut tugas utama sebuah universitas tidak boleh berhenti pada menara gading akademis, melainkan wajib mendidik karakter mahasiswanya secara utuh.
"Ya… UI sebagai kampus terbaik di Indonesia harus memastikan mahasiswa ada pada mental dan karakter yang baik. Tidak cukup hanya mengasah intelektualitasnya saja, tapi juga harus mengajarkan mental spiritual," katanya pada Sabtu, 4 Juli 2026.
BACA JUGA:MUI Susun RUU Pidana LGBT untuk Dorong Sanksi Hukum Tegas Bagi Pelaku
BACA JUGA:Urgensi Revisi UU 32/2002 tentang Penyiaran, ketika Konten LGBT Marak di Media OTT
Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menekankan bahwa institusi pendidikan tinggi sekelas UI memikul tanggung jawab besar yang melampaui ruang kelas. Kampus memiliki kewajiban moral untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang diajarkan berjalan selaras dengan pembentukan kepribadian yang luhur.
Kiai Cholil menilai, narasi yang dibangun oleh kelompok mahasiswa terkait isu sensitif seperti homoseksual menunjukkan adanya celah dalam pemenuhan fungsi pendidikan karakter tersebut.
Sebagai salah satu universitas paling berpengaruh di Indonesia, UI seharusnya menjadi pelopor dalam mencetak generasi yang matang secara intelektual sekaligus kokoh secara moral.
Kecerdasan otak semata, lanjut Rais Syuriah PBNU ini, tidak akan cukup untuk membawa dampak positif bagi bangsa jika tidak dibarengi dengan kematangan mental-spiritual.
Ia mengingatkan, pendidikan yang mengabaikan aspek pembentukan karakter dan spiritualitas dikhawatirkan akan melahirkan lulusan yang cerdas secara akademik, namun asing dari nilai-nilai agama dan norma sosial yang berlaku di tengah masyarakat Indonesia.
BACA JUGA:Rusia Blokir Roblox, Dianggap Propaganda LGBT
"UI berkewajiban selain mengajarkan ilmu juga mendidik karakter mahasiswa agar tidak menjadi masalah di masa depan," pungkasnya.
Bukan Sikap Resmi Universitas

Universitas Indonesia menyebut bahwa kajian internal BEM Psikologi UI bukan sikap resmi Universitas -Instagram-
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: