Keseleo Lidah! Trump Sebut Republik Islam Jepang saat Konferensi Pers KTT NATO

Keseleo Lidah! Trump Sebut Republik Islam Jepang saat Konferensi Pers KTT NATO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di KTT NATO 2026-Saul Loeb-https://www.saulloeb.com/

ANKARA, HARIAN DISWAY – Frasa "Republik Islam Jepang" terucap oleh Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan bilateralnya dengan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu, 8 Juli 2026. 

Kalimat tersebut muncul saat digelarnya konferensi pers dadakan di sela-sela KTT NATO bersama presiden Ukraina, Trump memuji kemampuan sistem pertahanan Amerika Serikat ketika membahas dugaan serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.

"Kami mendapat serangan 111 rudal yang ditembakkan oleh Republik Islam Jepang. Rudal-rudal itu ditembakkan ke kapal induk selama sekitar satu jam. Sebanyak 111 rudal mengarah ke sebuah kapal yang sangat mahal, dan setiap rudal itu berhasil dicegat—sebagian besar oleh sistem Patriot, tetapi juga dengan cara pertahanan lainnya," katanya. 

Trump tampak salah sebut "Islamic Republic of Japan" alih-alih "Islamic Republic of Iran". Kesalahan ucapan tersebut memicu perhatian publik dan menjadi perbincangan di media sosial. 

BACA JUGA:KTT NATO 2026 Bahas Investasi Pertahanan Sampai Keamanan Eropa

BACA JUGA:Saling Tuduh Pelanggaran Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Rusak Kesepakatan Damai Perang Teluk

Presiden AS itu tampaknya sedang merujuk pada serangan yang dilancarkan pasukan Iran terhadap kapal induk Amerika Serikat pada awal tahun ini saat perang Iran sedang berkecamuk.

Namun, ia justru menyebut Jepang sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. 

Jepang dan Amerika Serikat merupakan sekutu keamanan yang telah menjalin kerja sama selama puluhan tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara semakin memperkuat kolaborasi untuk menghadapi ancaman dari China dan Korea Utara. Meski demikian, Jepang juga mempertahankan hubungan diplomatik yang bersahabat dengan Iran. 

Trump Kembali Keliru, Sebut Zelensky sebagai Putin

Beberapa saat setelah momen tersebut, Trump kembali melakukan kekeliruan dengan menyebut Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang saat itu duduk di sampingnya, sebagai Presiden Rusia, Vladimir Putin. 

Saat meminta wartawan mengajukan pertanyaan, Trump berkata, "Ada pertanyaan untuk Presiden Putin?" Ucapan itu sontak memicu tawa para jurnalis di ruangan. 

BACA JUGA:Rusia Bombardir Kyiv dengan Rudal dan Drone Sehari Jelang KTT NATO di Turki

BACA JUGA:22 Negara Anggota NATO dan Negara-Negara Teluk Akan Bersatu Buka Selat Hormuz

Trump kemudian menyadari kesalahan penyebutannya, lalu memperbaiki ucapannya sambil melontarkan candaan bahwa pertanyaan wartawan itu akan ia sampaikan kepada Presiden Rusia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: