Setelah Tiongkok Disambangi Topan Maysak, Cari yang Selamat Sebelum Datang Topan Baru

Setelah Tiongkok Disambangi Topan Maysak, Cari yang Selamat Sebelum Datang Topan Baru

KACA-KACA PECAH di salah satu gedung di kota Huanggang, PrivinsiHubei, Tiongkok, 7 Juli 2026.-CNS-AFP-

Hujan belum benar-benar pergi dari sebagian wilayah Tiongkok. Air mulai surut di beberapa tempat. Namun, tim penyelamat justru berpacu dengan waktu untuk menemukan mereka yang mungkin masih bertahan di tengah puing dan banjir. Di saat yang sama, ancaman baru sudah menunggu di ufuk timur.

AIR berlumpur masih memenuhi sejumlah kawasan di Tiongkok selatan pada Rabu, 8 Juli 2026. Perahu-perahu karet bergerak menyusuri permukiman yang tergenang. Petugas penyelamat memeriksa rumah-rumah yang rusak. Mereka mencari satu hal yang paling penting, yakni korban yang masih bisa diselamatkan.

Rangkaian cuaca ekstrem terus menghantam negeri itu sepanjang pekan ini. Badai dan hujan deras telah menewaskan sedikitnya 17 orang. Puluhan sungai meluap. Sebuah bendungan waduk jebol. Pemerintah juga memperingatkan bahwa hujan masih akan terus turun.

Di saat upaya penyelamatan berlangsung, ancaman lain mulai mendekat. Topan super Bavi diperkirakan menuju wilayah timur Tiongkok pada akhir pekan.

Wilayah Guangxi menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling berat. Topan Maysak membawa hujan lebat dan banjir besar. Enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sedikitnya 130 ribu warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA:Kaligrafi Tiongkok, Seni Menulis yang Menyatukan Konfusianisme, Taoisme, Zen, dan Yin-Yang

BACA JUGA:Imigrasi Tangkal Seumur Hidup 92 WN Tiongkok Pelaku Judi Online dan Penipuan Investasi

Otoritas cuaca memperkirakan hujan masih akan mengguyur Guangxi dan Provinsi Guangdong yang bertetangga sepanjang Rabu.

Luapan air mengubah aliran sungai menjadi arus deras berwarna cokelat. Sebanyak 40 sungai dan saluran air melampaui tebingnya. Banjir merendam hampir 13 ribu hektare lahan pertanian.

Di Kota Hengzhou, salah satu wilayah yang paling terdampak di Guangxi, warga mulai melihat tanda-tanda air surut. Namun, bekas amukan banjir masih terlihat di mana-mana.

"Beberapa rumah roboh dan hanyut terbawa banjir," kata seorang pekerja restoran bermarga Huang kepada kantor berita Agence France-Presse.

Menurut Huang, hujan mulai mereda pada Rabu sore. Para pekerja juga mulai membersihkan puing-puing yang tertinggal setelah air berangsur surut.


PENYELAMATAN SISWI di salah satu sekolah di Guingang, Provinsi Guangxi, 8 Juli 2026.-CNS-AFP-

Kondisi serupa terjadi di Kota Guigang. Seorang pegawai hotel mengatakan permukaan air sempat mencapai ketinggian setara rumah satu lantai dalam dua hari terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: