PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

Lapangan Rama, lokasi proyek injeksi polimer Chemical Enhance Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia, yang dikelola PHE OSES-Pertamina Hulu Energi-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer. Lokasi implementasi di Lapangan Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). 

Teknologi tersebut menjadi penerapan CEOR lepas pantai pertama di Indonesia. Harapannya, mampu meningkatkan produksi minyak dari lapangan yang telah memasuki fase matang (mature).

Peresmian ditandai dengan seremoni injeksi perdana polimer di RDTX Square, Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026. Acara tersebut dihadiri Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza. 

Turut hadir, Direktur Utama Pertamina Hulu Energi Sunaryanto, General Manager PHE OSES Antonius Dwi Arinto, serta jajaran komisaris dan direksi Pertamina Group.

BACA JUGA:PHE Genap 19 Tahun, Perkuat Ketahanan Energi Lewat Produksi Migas dan Ekspansi Lapangan Baru


Peresmian simbolis injeksi perdana Chemical Enhance Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Rama PHE OSES oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri-Pertamina Hulu Energi-

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan pengembangan lapangan migas yang telah berumur tidak cukup hanya mengandalkan metode produksi konvensional. Inovasi teknologi menjadi kunci untuk memperpanjang umur produktif lapangan minyak nasional.

"Melalui CEOR, kami memberikan terapi baru bagi reservoir agar tetap produktif dan terus berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional," ujarnya.

Simon menambahkan, injeksi polimer di Lapangan Rama juga menjadi simbol perubahan cara pandang industri migas. Ketahanan energi, ditentukan oleh penemuan cadangan baru dan kemampuan mengoptimalkan potensi lapangan yang sudah ada melalui pemanfaatan teknologi.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut implementasi CEOR di Lapangan Rama sebagai tonggak penting bagi industri hulu migas Indonesia. Keberhasilan proyek tersebut akan menjadi referensi bagi pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di lapangan lepas pantai lainnya.

BACA JUGA:Produksi Migas PHE Tembus 1 Juta BOEPD pada 2025, Temukan Sumber Daya Baru Lebih dari 1 Miliar BOE

BACA JUGA:PHE dan Mitra Global Teken Studi Bersama Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

"Injeksi perdana polimer ini merupakan inovasi CEOR offshore pertama di Indonesia. Kami berharap teknologi ini mampu meningkatkan recovery factor sekaligus memberikan kontribusi terhadap kenaikan lifting minyak nasional," katanya.

Proyek CEOR telah melalui serangkaian kajian teknis yang meliputi studi subsurface, pengujian laboratorium, desain rekayasa, evaluasi keekonomian, hingga analisis manajemen risiko. Seluruh tahapan juga mendapat pendampingan dan penilaian dari para ahli EOR di lingkungan SKK Migas maupun Pertamina guna memastikan kesiapan dari sisi teknis, operasional, dan keselamatan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: