Green Royale Jakarta Menjadi Tantangan Bagi Pegolf

Green Royale Jakarta Menjadi Tantangan Bagi Pegolf

Jonathan melakukan tee off pada salah satu hole -Royale Jakarta Golf Club -

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Para pegolf junor dari berbagai negara baru saja menyelesaikan Turnamen JIJAG 2026 pada 7 hingga 9 Juli 2026. Banyak cerita dan pengalaman yang muncul dari hasil turnamen tersebut. 

Royale Jakarta Golf Club memang dikenal sebagai lapangan yang championship paling menantang di Indonesia. Sebab, berbagai karakter yang dirasakan pegolf menjadi tantangan tersendiri. Mulai lapangan yang panjang, kombinasi desain setiap hole, serta posisi green. 

Meski begitu, hampir sebagian besar pegolf mengacungi jempol kontur lapangan tersebut. Mereka memang kesulitan. Tapi mereka puas setelah menyelesaikan permainan.  

BACA JUGA:Turnamen Hari Bhayangkara Populerkan Lapangan Golf Baru


Penempatan pin pada green menjadi tantangan bagi pegolf -Royale Jakarta Golf Club -

Speed green pada setiap hole tergolong tinggi. Permukaannya bergelombang dan banyak area yang miring. Penempatan bola yang tidak akurat bisa menyulitkan pegolf. 

Tantangan ini yang dialami para peserta JIJAGC 2026. Jonathan Manuel Wijanto menceritakan pengalamannya saat bermain di lapangan. Ia mengatakan pin atau hole sering ditempatkan pada area slope atau miring. “ Saya banyak membuat stroke (ayunan stik.Red) pada daerah yang green yang tidak mudah,” katanya. 

Beruntung, kemampuan adaptasi pegolf asal Jawa Timur ini cukup bagus. Ia bisa menguasai medan dengan cepat. Hasilnya, selama pertandingan, Jonathan mencatatkan 219 pukulan atau tiga di atas par. 

BACA JUGA:Metro Golf League 2026 Seri III, Semua Hole jadi Tantangan

BACA JUGA:Golf Diperkirakan Berasal dari Tiongkok, Jejak Permainan Kuno yang Mendahului Skotlandia

Catatan tersebut mengantarkan Jonathan menjadi juara pada turnamen tersebut. “Saya bermain tenang dan berusaha sebaik yang saya bisa,” ungkapnya. 

Queen Shine Gracella, pegolf junior putri Indonesia juga mengalami tantangan pada green. Perempuan asal Malang itu merasakan rumput pada green sangat licin. “Butuh akurasi pada setiap pukulan, saya merasakan itu,” ucapnyi. 

Dia sudah lebih dari empat kali bermain di Royale Jakarta Golf Club. Karena itu, pada ronde pertama dan kedua, Queen tampil cukup memuaskan. Namun, pada ronde ketiga, konsistensi permainan goyang. 

BACA JUGA:5 Hal Golf Identik dengan Olahraga Orang Kaya

Pada turnamen tersebut, Queen mencatatkan 257 pukulan atau 41 di atas par. Dia berharap mendapat kesempatan lebih banyak untuk bermain dan berkompetisi di lapangan tersebut. 

JIJAGC 2026 merupakan salah satu ajang penting bagi pegolf junior dan amatir untuk mengukur kemampuan menghadapi lapangan berstandar internasional. Turnamen menjadi bekal berharga bagi para atlet sebelum tampil pada berbagai kejuaraan berikutnya, termasuk kompetisi internasional yang menuntut kemampuan teknis dan mental di lapangan dengan karakter serupa. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: