Membaca Muhammadiyah dari Sejarah Ruang Kota

Membaca Muhammadiyah dari Sejarah Ruang Kota

ILUSTRASI Membaca Muhammadiyah dari Sejarah Ruang Kota.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Narasi yang Tertinggal

Jika hari ini Muhammadiyah dikenal luas sebagai gerakan besar, akar sejarahnya justru menunjukkan sesuatu yang lebih dalam: organisasi ini lahir dari kepekaan membaca perubahan kota. Ahmad Dahlan tidak sekadar mendirikan perkumpulan, tetapi juga membangun jawaban atas kegelisahan sosial di Yogyakarta yang sedang memasuki zaman baru.

Dari Kauman, gagasan itu menyebar. Dari sekolah, ia membentuk generasi. Dari organisasi, ia menata perubahan. Dan dari kota yang sedang bertransformasi, Muhammadiyah tumbuh menjadi salah satu gerakan Islam modern paling berpengaruh di Indonesia. (*)

*) Ilham Baskoro, mahasiswa fast track Magister Kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

*) Verdi Yudha Pratama, ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: