Ganti Helmut Marko, Red Bull Resmi Bajak Otak Akademi Mercedes!

Ganti Helmut Marko, Red Bull Resmi Bajak Otak Akademi Mercedes!

Dari Kiri; Kimi Antonelli dan Gwen Lagrue, saat keduanya berada di GP Belgia 2026--Twitter Ruben Canales @RubCanales

HARIAN DISWAY - Ditinggal deretan figur penting, Red Bull resmi melancarkan manuver balasan dengan membajak Gwen Lagrue, otak di balik kesuksesan akademi Mercedes dan penemu bakat muda Kimi Antonelli.

Perekrutan strategis ini diproyeksikan bakal mengisi kekosongan posisi Helmut Marko, sekaligus menegaskan ambisi besar tim untuk mempertahankan dominasi jangka panjang di Formula 1.

Red Bull resmi membajak pencari bakat andalan Mercedes, sosok kunci di balik masuknya pemimpin klasemen Formula 1 musim ini, Kimi Antonelli. Sumber internal tim menyebut langkah strategis ini menjadi pijakan penting bagi Red Bull dalam upaya mereka merebut kembali kejayaan di puncak F1.

​Melansir laporan BBC Sport, Gwen Lagrue telah sepakat untuk meninggalkan Mercedes dan membelot ke tim rival, Red Bull.

​Sumber dari area paddock mengungkapkan bahwa Lagrue yang telah mengabdi selama satu dekade di Mercedes dan membimbing banyak pembalap muda menuju F1, akan menduduki posisi Kepala Program Pembalap Junior Red Bull.

BACA JUGA:Bencana Mesin Mercedes di GP Belgia 2026: Penyebab Tabrakan Russell dan Hamilton Terungkap

BACA JUGA:Red Bull Copot Sayap Belakang Kontroversial Jelang GP Belgia, Ini Alasannya

​Di tim barunya nanti, Lagrue akan mengambil alih sebagian besar tanggung jawab pengembangan pembalap junior yang sebelumnya dipegang oleh Helmut Marko, penasihat motorsport Red Bull. 

Meski demikian, tanggal pasti kepindahan Lagrue belum disepakati. Diskusi antara Mercedes dan Red Bull terkait jadwal transisi hingga kini masih terus berlangsung.

​Mercedes Putar Otak, Toto Wolff Buka Suara

​Kehilangan sosok sentral membuat Mercedes harus segera menemukan pengelola baru untuk program pembalap muda mereka. Program ini terbukti sangat sukses, mengingat duo pembalap utama mereka saat ini, George Russell dan Kimi Antonelli, merupakan produk asli binaan akademi tersebut.


Gwen Lagrue (Kiri), saat bersama George Russell. --Twitter Lambe Rasing @LambeRacing

​Salah satu kandidat kuat pengisinya adalah Bradley Lord. Ia baru saja naik jabatan menjadi Wakil Kepala Tim pada awal tahun ini dan diproyeksikan bakal memikul tanggung jawab lebih besar di area tersebut.

​Bos Mercedes, Toto Wolff, menegaskan status situasi ini seusai Grand Prix Belgia: ​"Kami sedang berdiskusi dengan Gwen mengenai masa depan, tetapi belum ada kesepakatan atau keputusan final yang diambil," ujar Toto Wolff.

​"Gwen telah membangun tim yang fantastis—sekitar tujuh hingga sembilan orang yang menjalankan program junior ini secara solid. Dengan naiknya Bradley sebagai wakil kepala tim, ada penyesuaian struktur yang perlu diatur, dan kami ingin menyelesaikannya bersama Gwen. Kita lihat saja nanti," Pungkasnya.

BACA JUGA:Rumor Max Verstappen Gabung McLaren Memanas, Raymond Vermeulen Akhirnya Angkat Bicara

BACA JUGA:F1 GP Belgia 2026: Ferrari Siapkan Strategi Rahasia demi Jegal Mercedes W17

Reuni Duo Prancis dan Sinyal Kebangkitan Red Bull

​Perekrutan Lagrue tak lepas dari hubungan dekatnya dengan sesama pria asal Prancis yang kini menjabat sebagai Bos Tim Red Bull, Laurent Mekies. Jalur karier keduanya telah berulang kali bersinggungan di panggung F1.

​Setelah genap setahun memimpin Red Bull dan memahami seluk-beluk internal tim, Mekies kini berfokus memperkuat area-area krusial demi proyek jangka panjang. Kedatangan Lagrue menjadi bukti keseriusan Red Bull dalam membangun fondasi masa depan, sekaligus menunjukkan daya tarik tim dalam menggaet talenta berkaliber juara dari rival.

​Sumber paddock menyebutkan bahwa Mekies bertekad mengumpulkan orang-orang tepat dengan visi dan semangat tajam untuk membawa tim melangkah lebih jauh.

Langkah ini sekaligus mematahkan narasi luar yang menyebut Red Bull tengah "kehabisan talenta terbaik" akibat eksodus beberapa figur kunci selama 12 bulan terakhir.

Sebagaimana diketahui, insinyur balap Max Verstappen, Gianpiero Lambiase, telah sepakat menyeberang ke McLaren, sementara Kepala Teknisi Paul Monaghan gencar dirumorkan masuk dalam radar tim Cadillac.

​Hadirnya figur sekelas Gwen Lagrue menegaskan tingkat kepercayaan dari tokoh dihormati di paddock bahwa masa depan Red Bull tetap cerah. Hal ini diprediksi menjadi daya pikat kuat untuk merayu personel senior dari tim rival lain agar mau bergabung.

​Semua mata kini tertuju pada balik garasi Red Bull. Langkah-langkah strategis yang dipertaruhkan hari ini akan menjadi penentu masa depan mereka di lintasan balap.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: