Google Luncurkan Selfie Video untuk Permudah Pemulihan Akun yang Terkunci
Cukup dengan selfie melalui fitur Selfie Video yang dirilis Google, pengguna dapat melakukan proses verifikasi identitas dan mengamankan akun.--freepik
Kemudian ikuti petunjuk dengan menghadap ke kamera. Lalu menggerakkan kepala sesuai instruksi. Sehingga sistem dapat merekam wajah dari beberapa sudut.
Pengambilan gambar dari berbagai sudut bertujuan meningkatkan akurasi proses pencocokan identitas. Terutama saat pemulihan akun dilakukan di kemudian hari.
BACA JUGA:Google Gemini 3.5 Live Translate Hadir, Terjemahkan Suara Real Time dalam 70 Bahasa
BACA JUGA:5 Hal yang Sebaiknya Dihindari dalam Pencarian Google, Risiko Keamanan Mengintai
Ketika akun terkunci, pengguna cukup mengulangi gerakan kepala yang sama saat merekam video verifikasi baru.
Didukung AI untuk Cegah Penipuan
Google juga memanfaatkan teknologi machine learning. Fungsinya untuk memastikan bahwa video yang dikirim benar-benar berasal dari manusia. Bukan hasil manipulasi seperti foto statis maupun deepfake.
Sistem tersebut juga digunakan untuk memverifikasi persyaratan usia pengguna. Khususnya pada layanan Google yang memiliki batasan umur tertentu.
Di sisi lain, sistem keamanan Google tetap berjalan di belakang layar. Sistem itu akan mendeteksi aktivitas mencurigakan selama proses masuk maupun pemulihan akun.
BACA JUGA:Google Luncurkan Search Profiles, Kreator Kini Bisa Tampil Lebih Menonjol di Pencarian
BACA JUGA:Samsung Messages Resmi Berakhir, Pengguna Galaxy Beralih ke Google Messages Mulai Juli 2026
Google menegaskan Selfie Video bukan pengganti metode keamanan yang sudah ada. Pengguna masih dapat menggunakan berbagai fitur lain.

Google rilis fitur Selfie Video untuk mempermudah pemulihan akun yang terkunci.--png doc
Seperti passkeys, autentikasi dua faktor (2FA), security key, hingga perlindungan terhadap serangan phishing.
Kehadiran Selfie Video hanya menambah pilihan metode verifikasi identitas. Sehingga proses pemulihan akun menjadi lebih mudah sekaligus tetap aman.
Fitur itu dinilai bermanfaat bagi pengguna yang sering berganti perangkat atau kehilangan akses ke metode pemulihan yang sebelumnya telah didaftarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber