Family Constitution, Kunci Bisnis Keluarga Bertahan Lintas Generasi
Dr Hadi Cahyadi menjelaskan tentang pentingnya family constitution di Disway Business Forum 2023. -FOTO: BOY SLAMET-HARIAN DISWAY-
HARIAN DISWAY, SURABAYA – Banyak bisnis keluarga gagal bertahan bukan karena persoalan pasar atau persaingan usaha. Tapi, konflik internal yang tidak pernah diantisipasi sejak awal.
Karena itu, keberadaan Family Constitution atau konstitusi keluarga dinilai menjadi instrumen penting. Pakar bisnis keluarga Hadi Cahyadi mengatakan Family Constitution menjaga keharmonisan keluarga serta memastikan keberlanjutan bisnis hingga lintas generasi.
Ia menjelaskan Family Constitution merupakan kesepakatan bersama yang mengatur nilai, hak, kewajiban, hingga mekanisme penyelesaian konflik dalam keluarga pemilik usaha.
"Harmonisasi harus dijaga. Anggota keluarga harus memahami bahwa masing-masing memiliki peran yang sangat penting. Bisnis keluarga itu seperti angsa yang bertelur emas. Kalau ingin terus menghasilkan, angsanya harus dipelihara bersama-sama," ujar Hadi.
BACA JUGA: Gandeng BRIN, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen ESG Lewat Riset Ekologis Pesisir
Persoalan Family Constitution akan diulas Hadi pada Family Constitution Workshop bersama Founder Harian Disway Dahlan Iskan. Forum yang digelar 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 itu menghadirkan Dr. (H.C) Bambang Sutantio.
Hadi akan menceritakan pengalamannya dalam mengonsultani berbagai perusahaan. “Kami akan mengupas berbagai hal yang menjadi pemicu konflik internal perusahaan,” ujarnya.
Ia akan membicarakan tentang kiat dalam menjaga regenerasi perusahaan. Hadi menyingkanya dalam tiga huruf, PHC.
“PHC ini sering saya sampaikan pada berbagai forum. Karena itu, forum ini akan memberi pemahaman yang lengkap kepada peserta” imbuh Hadi.
BACA JUGA:Syarat Mutlak Honda HRC untuk Selamatkan Karier Balap Jack Miller di WSBK 2027

Ilustrasi-harian disway-
Direktur Utama Harian Disway Tomy Cahyo menambahkan, forum ini sangat cocok bagi pengelola bisnis keluarga. Materi yang diulas bisa menjadi modal untuk menepis mitos generasi ketiga sebagai penghancur.
“Sebaliknya, workshop ini memberi gambaran bagaimana mengelola dan mengembangkan perusahaan yang ideal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: