Petranesian Golf Endurance Challenge, Pecahkan Rekor 99 Hole Sehari
Tim menyelesaikan 99 hole hingga malam hari -Petranesian Golf Community -
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Tekad Petranesian Golf Community Pecahkan Rekor MURI, berhasil. Tim yang beranggotakan 16 pegolf itu menyelesaikan 99 hole dalam sehari.
Ide tersebut sempat mengundang keraguan berbagai komunitas golf. Sebelumnya, komunitas tersebut menarget rekor 90 hole. Artinya, mereka harus menyelesaikan permainan 18 hole lima kali.
Angka 18 hole merupakan jumlah umum yang digunakan para turnamen. Biasanya, para pegolf sudah merasa lelah dengan jumlah tersebut. Bahkan, tak sedikit yang sudah kehilangan konsentrasi pada hole ke 15.
Dampaknya, arah pukulan tidak akurat. Permainan jelek. Kontrol emosi mulai susah dikendalikan. Karena itu, banyak yang meragukan Ketika ide 90 hole muncul.
BACA JUGA:Anniversary ke 33 Finna Golf & Country Club Kampanyekan Green Economy

Beberapa pegolf memanggil fisioterapis untuk melemaskan otot mereka -Petranesian Golf Community -
Keraguan itu terjawab pada 28 Juli 2026. Tim mulai bermain pukul 05.15 hingga 22.00 di empat lapangan golf. Rinciannya, Ciputra Golf Surabaya 27 hole, dan golf graha famili 17 hole. Tim bermain dari pagi hingga siang.
Mereka lalu melanjutkan permainan di Bukit Darmo Golf 27 hole. Jumlah ini berbeda dengan rencana semula yang hanya 18 hole. Malamnya, tim bergeser ke Pakuwon Golf & Family Club 27 hole. Total seluruhnya 99 hole.
Wakil Direktur Utama MURI Osmar Semesta Susilo mengatakan pencapaian tersebut layak memperoleh pengakuan sebagai rekor nasional. Seluruh persyaratan telah dipenuhi sesuai proses verifikasi yang berlaku.
"Kekompakan sangat terlihat dari setiap golfer yang terlibat, terbukti dari keberhasilan mereka memecahkan rekor hingga 99 hole. Petranesian Golf Endurance Challenge resmi menerima rekor MURI," ujar Osmar.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya Lay, Polisi: Berangkat Bersama Kerabat ke Malaysia
BACA JUGA:Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Restoran Mangga Besar
Pegolf yang tergabung dalam tim, memang penggila golf alumni UK Petra. Tity Ali adalah anggota yang paling senior pada tim tersebut. Alumni UK Petra 1983 itu cukup dikenal di lingkungan penghobi golf di Surabaya.
Tity bersyukur bisa menjadi bagian pencetak sejarah ini. Ia menceritakan perjuangan tim sejak pagi hingga malam. “Di 27 hole terakhir ini paling berat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: