Menghapus Noda Maritim: Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran Nasional
ILUSTRASI Menghapus Noda Maritim: Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran Nasional.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
KABAR mengejutkan kembali terjadi di dunia maritim. Kali ini datang dari sektor pelayaran dalam negeri. Terbakarnya kapal kapal motor penumpang (KMP) Mutiara Santosa 2 yang berlayar dengan rute Surabaya–Makassar, tepatnya di perairan utara Madura, kembali menambah deret jumlah rentetan kecelakaan dalam negeri.
Tentunya, Indonesia sebagai negara maritim, musibah kebakaran kapal itu telah menambah warna buram sektor maritim di Indonesia.
Rentetan betapa sering terjadinya kecelakaan kapal di Indonesia membuat kita semua tercengang.
Hal tersebut tentu harus dijadikan bahan pengambilan keputusan untuk memperkuat keselamatan kapal serta menjadikan dasar mengapa kita semua harus melakukan evaluasi total untuk peningkatan keselamatan pelayaran dalam negeri.
BACA JUGA:Detik-Detik Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 17 Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2
BACA JUGA:KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 234 Orang Penumpang dan Kru Berhasil Dievakuasi ke Surabaya
Lagi-lagi, warna cantik negeri maritim ini harus terjaga dari noda seringnya musibah kecelakaan kapal.
Perlu diketahui, secara umum, kecelakaan kapal disebabkan beberapa faktor. Yaitu, kondisi kapal, faktor kesalahan manusia, kondisi permesinan dan kelistrikan, kondisi lingkungan dan cuaca, serta faktor manajemen.
Apabila dilakukan investigasi terhadap penyebab kecelakaan kapal, akan ditemukan penyebab terjadinya kecelakaan kapal tersebut dari salah satu atau beberapa faktor penyebab tersebut.
Tentu, terbakarnya kapal tersebut menambah deret jumlah kecelakaan kapal tanah air untuk berbagai tipe kapal. Sering terjadinya kecelakaan kapal di Indonesia seakan menjadi noda hitam negeri ini yang merupakan negara maritim.
Bahkan, program pengembangan sektor maritim di negeri ini seakan ternoda dengan adanya kecelakaan kapal yang selalu ada setiap tahun. Itu merupakan fakta yang harus dijadikan bahan evaluasi bersama di negeri ini.
BACA JUGA:Kronologi Lengkap Terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep
BACA JUGA:KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Jawa, Sejumlah Penumpang Nekat Lompat ke Laut
Kapal didesain berdasar fungsi yang digunakan sehingga dapat membawa manfaat yang dirasakan. Selain itu, fakta mengatakan bahwa kapal merupakan moda transportasi laut yang sangat vital untuk keperluan berbagai hal, baik untuk angkutan barang, manusia, maupun untuk keperluan pertahanan dan keamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: