Pidato Kenegaraan Prabowo, Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun Berkat Stop Impor Solar
Pidato Kenegaraan: Prabowo Klaim Hemat Devisa Rp170 Triliun Berkat Stop Impor Solar Per 1 Juli 2026-Nasional-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto mengklaim keberhasilan menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun berkat langkah swasembada energi yang mulai diterapkan pemerintah.
Klaim tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
BACA JUGA:103 Anggota MPR Absen di Sidang Tahunan 2026
BACA JUGA:Prabowo Siapkan Kejutan di Sidang Tahunan MPR 2026, RAPBN 2027 dan Anggaran MBG Jadi Sorotan
"Mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi impor solar dari luar negeri," tegas Prabowo di hadapan seluruh anggota dewan dan tamu undangan yang hadir.
Ia menyebut pencapaian itu sebagai bukti bahwa dana yang sebelumnya harus mengalir keluar negeri untuk membeli solar impor, kini dapat sepenuhnya dipertahankan di dalam negeri.
Capaian tersebut, menurut Prabowo, merupakan buah dari keberhasilan pemerintah mewujudkan program biodiesel B50.
Yakni campuran bahan bakar solar dengan 50 persen bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit.
BACA JUGA:Prabowo Mau Bunga Kredit Motor Listrik Diturunkan, DP Diupayakan Nol Rupiah
BACA JUGA:Prabowo Target Produksi Massal Mobil Listrik pada 2028, MTI Ingatkan Subsidi Tepat Sasaran
Program ini resmi berlaku secara mandatori sejak 1 Juli 2026, menggantikan mandatori B40 yang sebelumnya berjalan.
"Kita berhasil produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit, sehingga mulai tahun ini, mulai 1 Juli kita enggak lagi impor solar dari luar negeri," ungkapnya.
Sejatinya, ambisi B50 ini bukan kebijakan yang muncul tiba-tiba.
Program biodiesel Indonesia telah berkembang bertahap sejak era B2,5 pada 2008, terus meningkat melalui B30, B35, hingga B40, sebelum akhirnya menyentuh level 50 persen tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: