Chelsea Habiskan Rp 24 Triliun dan Ganti 9 Pelatih
Wesley Fofana tegaskan Chelsea butuh stabilitas di bawah pelatih baru Xabi Alonso ketimbang sekadar belanja pemain besar.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Wesley Fofana berharap Chelsea bisa memasuki periode yang lebih stabil setelah beberapa tahun terakhir dipenuhi pergantian pelatih dan perubahan skuad.
Bek asal Prancis tersebut menilai konsistensi menjadi salah satu hal penting yang harus dibangun Chelsea setelah Xabi Alonso ditunjuk sebagai pelatih untuk musim 2026/27.
Sejak BlueCo mengambil alih klub pada 2022, Chelsea sudah mengeluarkan lebih dari £1 miliar (sekitar Rp24 triliun) untuk aktivitas transfer.
Dalam periode yang sama, klub juga mengalami pergantian sembilan pelatih, termasuk pelatih interim. Alonso kini menjadi sosok terbaru yang dipercaya memimpin The Blues.
Chelsea terakhir kali memiliki pelatih yang bertahan selama dua musim penuh ketika Antonio Conte menangani klub pada 2016 hingga 2018. Di bawah Conte, Chelsea juga terakhir kali berhasil menjadi juara Premier League.
Fofana merupakan salah satu pemain penting yang didatangkan pada awal era BlueCo. Ia bergabung dari Leicester City dengan nilai transfer sekitar £75 juta (sekitar Rp1,29 triliun saat itu) pada Agustus 2022.
BACA JUGA:Chelsea Beri Manchester City Ultimatum Rp2,8 Triliun untuk Enzo Fernandez
BACA JUGA:Resmi! Chelsea Amankan Bek Kiri Spanyol Pep Chavarria Senilai Rp390 Miliar

Aksi Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Newcastle, laga Premier League 2025/2026 mathcday ke-30, Minggu 15 Maret 2026-Chris Lee-Getty Images
Namun, perjalanan awalnya di Stamford Bridge terganggu cedera sehingga ia hanya mencatat 32 penampilan dalam tiga musim pertamanya.
Musim lalu menjadi titik balik bagi Fofana. Ia tampil 38 kali di semua kompetisi dan 31 di antaranya sebagai starter. Performanya membuat ia kembali mendapatkan kepercayaan dan tampil cukup sering selama pramusim bersama Alonso.
Fofana mengungkapkan bahwa kebutuhan untuk menciptakan stabilitas sebenarnya sudah dibicarakan antara pemain dan petinggi klub sejak musim lalu.
“Saya rasa semua orang tahu bahwa kami membutuhkan stabilitas. Kami sudah membicarakannya dengan para direktur musim lalu dan mereka mengatakan hal yang sama. Mereka juga berpikir seperti para pemain,” ujar Fofana kepada BBC Sport.
Menurutnya, stabilitas bukan sekadar persoalan mempertahankan pelatih atau pemain tertentu, tetapi juga membangun lingkungan yang memungkinkan tim berkembang secara konsisten.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber