BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG, Cegah Keracunan MBG Terulang

BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG, Cegah Keracunan MBG Terulang

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya mempertimbangkan penggunaan test kit di setiap dapur SPPG untuk mendeteksi kandungan berbahaya pada makanan--BGN

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Badan Gizi Nasional (BGN) mempertimbangkan kewajiban penggunaan alat uji cepat atau test kit kimia di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Indonesia.

Kebijakan tersebut disiapkan untuk mendeteksi kandungan zat berbahaya pada makanan sebelum didistribusikan kepada siswa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rencana tersebut muncul setelah kasus keracunan makanan MBG di Berastagi. BGN menilai pengujian makanan secara manual melalui metode organoleptik, seperti mencium bau, melihat warna, dan mencicipi rasa, belum cukup untuk memastikan makanan bebas dari kontaminasi.

BACA JUGA:BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG, Cegah Kasus Keracunan MBG Terulang

BACA JUGA:Pasca Kasus Keracunan di Karo, BGN Akan Pasang CCTV di Dapur MBG

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penggunaan test kit kimia di dapur SPPG diharapkan dapat menjadi lapisan pemeriksaan tambahan sebelum makanan dibagikan kepada penerima manfaat.

"Sudah dibau tidak ada masalah, dicicipi juga tidak ada persoalan, akhirnya dikonsumsi (lalu keracunan). Jadi ini sedang kami pertimbangkan untuk kemudian di setiap dapur itu nanti kita lakukan test kit," tegas Kepala BGN Sudaryono dikutip DISWAY.ID kepada awak media di Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2026.

Test kit berbasis cairan kimia tersebut nantinya diproyeksikan untuk membantu mendeteksi keberadaan senyawa berbahaya, termasuk arsenik, sekaligus menguji kondisi makanan untuk memastikan tingkat keamanan sebelum dikonsumsi.

BGN Adopsi Sistem Test Kit Dapur Bhayangkari

Sudaryono mengungkapkan rencana penerapan test kit di dapur SPPG terinspirasi dari pengelolaan dapur klaster khusus yang dijalankan jajaran Bhayangkari Polri.

Menurutnya, berdasarkan evaluasi di lapangan, SPPG binaan Korps Bhayangkari dinilai berhasil mencegah kasus keracunan dengan menerapkan pemeriksaan sampel makanan secara kimiawi sebelum makanan disajikan.

BACA JUGA:Sudaryono Jenguk Korban Keracunan MBG di Medan: Silakan Marah ke Saya

BACA JUGA:Anggaran MBG 2027 Turun Rp28 Triliun Jadi Rp240 Triliun, Berapa Anggaran Pendidikan?

Sistem tersebut kemudian dipertimbangkan sebagai salah satu standar tambahan yang dapat diterapkan di dapur-dapur SPPG secara lebih luas.

Meski demikian, Sudaryono meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kasus keracunan MBG seolah-olah seluruh makanan yang diproduksi SPPG bermasalah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: