Karhutla Meluas, BNPB Kerahkan 52 Helikopter di 6 Provinsi
Berton SP Panjaitan, Ph.D - Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB bersama Brigjen TNI Djohan Darmawan, S.I.P. - Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat menjelaskan kondisi terkini Karhutla di Kalimantan dan Sumatera-BNPB-YouTube
HARIAN DISWAY – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan total 52 unit helikopter untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.
Pengerahan armada udara tersebut dilakukan seiring meningkatnya titik api di sejumlah wilayah.
Direktur Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Johan Darmawan mengatakan enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
“Sejauh ini, BNPB sudah mengerahkan unit-unit water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC), maupun heli patroli,” kata Johan dalam konferensi pers BNPB, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 11 unit helikopter yang terdiri atas dua heli patroli dan enam unit water bombing. Sementara operasi OMC belum berjalan karena pertumbuhan awan belum mendukung penyemaian.
BACA JUGA:Prabowo Kerahkan 1.500 TNI dan 6 Helikopter Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan Barat
BACA JUGA:Usai Rapat Karhutla, Prabowo Turun Langsung Tinjau Lokasi Kebakaran di Kubu Raya
Penanganan di Kalimantan Barat juga melibatkan 10.010 personel gabungan untuk pemadaman, pendinginan, dan pembuatan sekat bakar. Operasi udara ditempatkan di dua pangkalan, yakni Bandara Supadio dan Ketapang.
Di Kalimantan Tengah, sebanyak 10 unit helikopter dikerahkan, termasuk enam unit untuk water bombing. Operasi didukung sekitar 9.800 personel darat dari TNI dan Polri.
Sementara itu, Kalimantan Selatan menghadapi titik panas yang cukup tinggi di sejumlah wilayah, termasuk Kota Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut. Hingga 22 Agustus, luas lahan terbakar di provinsi tersebut tercatat sekitar 1.926 hektare.
Di Riau, BNPB mengerahkan tujuh unit helikopter dengan luas area terbakar sekitar 16.249 hektare. Titik api tinggi tercatat di Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir. Penanganan melibatkan sekitar 17.764 personel gabungan di darat.
BACA JUGA:BNPB Kebut Distribusi Bantuan Gempa NTT, 272 Ton Logistik Disiapkan dari Halim
Sumatera Selatan juga mengerahkan sembilan unit satgas udara dengan dukungan sekitar 11.567 personel darat. Luas lahan terbakar hingga 22 Agustus tercatat sekitar 1.926 hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: