Total Belanja Tottenham Capai Rp7,8 T, Ancaman Regulasi UEFA Mengintai
De Zerbi beri ultimatum agar pemain tanpa komitmen pergi, sembari bahas masa depan Bergvall di Spurs.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Tottenham Hotspur melakukan perubahan besar-besaran di bawah Roberto De Zerbi. Setelah musim lalu nyaris terdegradasi, Spurs menggelontorkan GBP330 juta (lebih dari Rp7,8 triliun) untuk membangun ulang skuad.
Masalahnya, tindakan seru-seruan di bursa transfer itu menghasilkan konsekuensi besar. Besarnya pengeluaran Spurs membuat pakar keuangan sepak bola Stefan Borson memperingatkan adanya risiko finansial di masa mendatang.
Borson menilai jumlah tersebut jauh di atas perkiraan. Sehingga berisiko melanggar regulasi UEFA soal financial fair play. "Mereka telah berbelanja sangat besar," kata Borson kepada talkSPORT.
"Saya rasa sebelumnya sulit membayangkan Tottenham mengeluarkan lebih dari GBP300 juta hanya untuk biaya awal, bahkan belum termasuk bonus tambahan," ujar Borson.
BACA JUGA:Mudryk Dipinjamkan ke Tottenham, Akui Senang Reuni dengan De Zerbi
BACA JUGA:Gila-gilaan! Tottenham Kucurkan Rp2 Triliun Demi Tebus Savinho dari Manchester City
Ya, Tottenham telah memecahkan rekor transfer internal mereka dua kali untuk mendatangkan Mateus Fernandes dan Sandro Tonali. Keduanya menghabiskan sekitar GBP185 juta, atau sekitar Rp4,4 triliun.

Meski sudah belanja Rp7,7 triliun, De Zerbi butuh waktu padukan pemain baru dan yakin Tottenham bakal bangkit lewat kerja keras.--IMAGO
Setelah itu, Spurs kemudian kembali mengeluarkan dana besar untuk merekrut Savio dan Omar Marmoush dari Manchester City. Nilai kesepakatan mencapai GBP145 juta (sekitar Rp3,4 triliun).
Aktivitas transfer Tottenham belum berhenti. Pada hari terakhir bursa, mereka juga meminjam Mykhailo Mudryk dari Chelsea dengan opsi pembelian permanen senilai GBP75 juta (sekitar Rp1,7 triliun).
Masalahnya, Tottenham melakukan investasi besar ketika mereka justru kehilangan pemasukan dari kompetisi Eropa.
BACA JUGA:Tottenham Resmi Pinjam Mykhailo Mudryk dari Chelsea
BACA JUGA:Tottenham Terpuruk di Dasar Klasemen, De Zerbi Minta Fans Percaya Proses
Spurs tidak tampil di Liga Champions maupun Liga Europa musim ini, sehingga kehilangan pendapatan televisi dan pertandingan yang biasanya menjadi sumber pemasukan penting.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber