Tim SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Tim SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Tim SAR gabungan lanjutkan pencarian speed boat berisi lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.-harian disway-

Tim juga membawa rescue car, truk personel, drone thermal, serta peralatan SAR air, medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

BACA JUGA:4 Gunung Api Meletus Bersamaan Pagi Tadi, dari Semeru hingga Gunung Ibu

BACA JUGA:Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, 624 Penerbangan Terdampak di Bandara Soekarno-Hatta

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot. Tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

"Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian dengan mengoptimalkan seluruh unsur, sarana, dan peralatan yang tersedia. Pencarian juga akan dievaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, serta perkembangan informasi di lapangan," tutur dia.

Masyarakat, nelayan, dan pengguna transportasi laut juga diminta segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun delapan orang yang masih dicari.

BACA JUGA:Cara Pantau Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP, Bisa Cek MAGMA Indonesia

BACA JUGA:Waspada Tsunami! BMKG Pantau Dampak Erupsi Krakatau di Selat Sunda

Polda Lampung ikut memperkuat operasi SAR. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Isawandari Yuyun mengatakan personel kepolisian, Basarnas, dan unsur terkait telah disiagakan.

"Memasuki hari kedua pencarian, personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan," kata Yuni, dikutip dari Antara.

Fokus pencarian diarahkan untuk menemukan seluruh anggota rombongan dengan memperluas penyisiran di sejumlah perairan yang diduga berkaitan dengan jalur perjalanan mereka.

"Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau," kata dia.

 

Sebelumnya, speedboat tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Rombongan berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway